Rudiantara Bocorkan Ada Unicorn Baru di Bidang Pendidikan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kominfo Rudiantara di acara Penandanganan Nota Kesepahaman MoA di Lapangan Anantakupa Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (28/08/2019).

    Menteri Kominfo Rudiantara di acara Penandanganan Nota Kesepahaman MoA di Lapangan Anantakupa Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (28/08/2019).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memberikan sinyal bahwa sebelum akhir tahun 2019 ada unicorn baru yang akan menyusul Ovo, Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka. Dia mengaitkan timbulnya perusahaan rintisan tersebut dengan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan yang mencapai Rp 500 triliun setiap tahunnya.

    "Namun logikanya kita belanja pendidikan Rp 500 triliun setiap tahun, satu persennya sudah Rp 5 triliun, tapi GMV (Gross Merchandise Value) Rp 5 triliun itu satu tahun sudah cukup besar," kata Rudiantara di Kantor Bukalapak, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Ketika awak media menegaskan kembali apakah unicorn selanjutnya adalah Ruang Guru, Rudiantara belum bisa menyebutkan secara gamblang. "Perusahaan saya tidak bisa sebut, karena transaksinya tidak dengan pemerintahan tapi dengan investor," ujar Rudiantara.

    Dia mengatakan, saat ini ada toko online dalam waktu satu tahun sudah mencapai valuasi US$ 10 miliar. "Makanya ekonomi digital kita tahun depan 130 miliar dolar itu Insya Allah menjadi kenyataan," katanya.

    Menurut Rudiantara, sebagai bangsa Indonesia harus berbangga bahwa menjadi nomor satu dalam ekonomi digital dibandingkan dengan negara Asean lainnya.

    Sebelumnya, Rudiantara mengumumkan bahwa perusahaan dompet digital Ovo telah menyandang status unicorn karena valuasi perusahaannya telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar.

    "Alhamdulillah dengan lahirnya unicorn kelima semakin mengukuhkan Indonesia sebagai centre of gravity ekonomi digital, semakin percayanya venture capital nasional dan internasional terhadap ekosistem start up di Indonesia,” ujar Rudiantara saat dihubungi Tempo pada Ahad petang, 6 Oktober 2019.

    Saat ini, valuasi Ovo diduga telah menyentuh US$ 2,9 miliar atau Rp 41 triliun. Laman CB Insight mencatat valuasi OVO tersebut tercatat sejak 14 Maret 2019.

    EKO WAHYUDI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.