Kabut Asap: AP II: Penerbangan di Kalimantan Paling Berdampak

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengenakan masker di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu, 15 September 2019. Sebanyak 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan Bandara Internasional Supadio Pontianak karena jarak pandang. ANTARA

    Sejumlah penumpang mengenakan masker di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu, 15 September 2019. Sebanyak 19 penerbangan keberangkatan dan 18 penerbangan kedatangan yang dibatalkan Bandara Internasional Supadio Pontianak karena jarak pandang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura II(Persero) menyebutkan kabut asap di Kalimantan dan Sumatera masih sangat pekat yang mengganggu jarak pandang sehingga mengganggu penerbangan beberapa maskapai. Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan di antara dua pulau tersebut yang paling berdampak akibat asap kebakaran hutan adalah pulau Borneo.

    "Bandara yang masih lumayan terdampak di Kalimantan," ujarnya saat dihubungi Tempo, Jumat, 20 September 2019.

    Dia mengungkapkan, semua maskapai telah mengantisipasi tentang insiden asap ini dengan melakukan pengumuman kepada seluruh penumpang bila ada perubahan jadwal penerbangan."Semua maskapai telah melakukan pengumuman kepada masing-masing penumpangnya perihal delay dan juga cancel flight," kata Yado.

    Kemudian untuk data penerbangan yang mengalami pembatalan dan ketertundaan yang beroperasi di bandara kelolaan AP II belum bisa dibagikan, karena belum terkumpul semua maskapai. "Untuk detailnya belum masuk semua datanya," ujar Yado.

    Yado menuturkan belum bisa memastikan operasional bandara kelolaan AP II akan kembali normal. Karena menurutnya kelancaran penerbangan tergantung kepada insiden asap ini akan reda.

    Sementara itu, Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengungkapkan sudah tidak ada lagi pembatalan penerbangan dari atau menuju Sumatera dan Kalimantan. "Tidak ada lagi," ujarnya kepada Tempo.

    Menurut dia perubahan jadwal penerbangan karena asap yang masih pekat mengganggu jarak pandang, pada beberapa waktu seperti di pagi hari. "Dari pagi dipindah agak siang supaya jarak pandang membaik," ucap dia.

    Selanjutnya, Yado mengatakan pihaknya tetap meningkatkan pengawasan serta memastikan seluruh fasilitas dapat beroperasi dengan baik di bandara kelolaan AP II.

    Dia juga mengimbau kepada para pengguna jasa bandara untuk tetap memantau perkembangan terkait penerbangan setiap maskapai yang akan digunakan.

    Sebagai informasi, di Sumatera, Angkasa Pura II mengelola Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Silangit (Siborong-borong) dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

    Sementara itu di Kalimantan, Angkasa Pura II mengelola Bandara Supadio (Pontianak) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya). Di Bangka Belitung, Angkasa Pura II mengelola Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang) dan di Kepulauan Riau ada Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?