Pembangunan Terminal Kijing Kalimantan Barat Capai 23 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelabuhan Indoesia II (Persero) / IPC, Elvyn G Masassya dalam sambutan Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 11 April 2018. (dok Pelindo)

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indoesia II (Persero) / IPC, Elvyn G Masassya dalam sambutan Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 11 April 2018. (dok Pelindo)

    TEMPO.CO, Pontianak - General Manager Pelindo II Cabang Pontianak, Adi Sugiri mengatakan progres pembangunan Terminal Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat, saat ini mencapai 23 persen.

    "Pembangunan Terminal Kijing Mempawah secara bertahap. Untuk fisik dan lainnya sudah mencapai 23 persen," ujar Adi Sugiri kepada wartawan yang melakukan kunjungan ke terminal tersebut di Mempawah, Kamis, 19 September 2019.

    Adi optimis pertengahan 2020 mendatang, pembangunan Pelabuhan Kijing tahap pertama sudah selesai dan bisa dioperasikan. "Untuk nilai pembangunan dari fisik saja saat ini sudah terealisasi sekitar Rp 2,7 triliun dari total biaya tahap pertama Rp 5 triliun," kata dia.

    Ia menyebutkan Pelabuhan Kijing merupakan pengembangan dari Pelabuhan Dwikora Pontianak. Dari sisi fasilitas dan lainnya sudah setara dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

    "Bahkan kelebihan dari Pelabuhan Kijing Mempawah memiliki letak yang strategis dan kedalaman pelabuhan di terminal 15 meter," kata dia.

    Terkait proses ganti rugi, menurutnya, secara umum tidak ada kendala. Semua berjalan dengan lancar dan pihaknya berpedoman pada ketentuan yang ada.
    "Dari luas lahan 200 hektare untuk pembangunan Pelabuhan Kijing total pembayaran ganti rugi Rp 700 miliar," kata dia.

    Hadirnya pelabuhan merupakan bagian untuk penggerak ekonomi daerah. Pada tahap awal pembangunannya saja sudah banyak menyerap tenaga kerja lokal.

    "Untuk konstruksi saat ini dan lainnya putra daerah tentu terlibat. Hadirnya pelabuhan memberikan dampak luas," kata dia.

    Ia menyebutkan bahwa nantinya distribusi komoditas unggulan Kalbar seperti CPO bisa memanfaatkan hadirnya Pelabuhan Kijing, sehingga tidak perlu lagi melalui pelabuhan lainnya.

    "Semoga program tol laut pemerintah ini terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan daerah," kata dia.

    Gubernur Kalimantan Barat Sutarmijdi mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Kijing tersebut mengingat potensi dan manfaatnya yang luas. Terkait upaya ganti rugi terhadap lahan dan lainnya, menurutnya apa yang dilakukan Pelindo II sudah sesuai aturan.

    "Setiap pembangunan di Indonesia tentu ada masalah dan tantangan. Tentu semua ada aturan untuk itu. Jadi sekarang saya sarankan apa pun persoalan dan permasalahannya bisa diselesaikan melalui jalur hukum atau pengadilan. Silakan masyarakat membawa persoalan ke pengadilan," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.