Airnav Palembang: Jarak Pandang Penerbangan Aman di Atas Pukul 8

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas jalan tol Indralaya-Palembang melakukan pengaturan lalu lintas saat terjadi kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di Desa Pulau Semembu, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Senin, 5 Agustus 2019. BPBD Sumsel mencatat per awal Agustus, Ogan Ilir menjadi kabupaten dengan wilayah kebakaran lahan terluas yaitu seluas 121,5 hektare dari enam wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan di Sumsel. ANTARA

    Petugas jalan tol Indralaya-Palembang melakukan pengaturan lalu lintas saat terjadi kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di Desa Pulau Semembu, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Senin, 5 Agustus 2019. BPBD Sumsel mencatat per awal Agustus, Ogan Ilir menjadi kabupaten dengan wilayah kebakaran lahan terluas yaitu seluas 121,5 hektare dari enam wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan di Sumsel. ANTARA

    TEMPO.CO, Palembang - Airnav Kantor Cabang Palembang menyebut jarak pandang aman untuk penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II saat ini berkisar pukul 08.00 WIB ke atas akibat kabut asap.

    General Manager Airnav Cabang Palembang, Ari Subandri, Rabu, mengatakan kabut asap dua pekan terakhir yang menyelimuti landasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II mulai terpangkas memendek pada pagi hari.

    "Akibat kabut asap, jarak pandang memang menjadi berkurang, tetapi secara umum pelayanan navigasi penerbangan di Bandara SMB II masih lancar, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan," ujar Ari Subandri kepada Antara, Rabu, 18 September 2019.

    Menurut dia, jarak pandang kerap memburuk pada rentang pukul 05.00 - 07.30 WIB, jarak pandang terpendek pernah mencapai 300 meter, namun biasanya jarak pandang memanjang hingga enam kilometer seiring naiknya matahari ke permukaan jelang siang hari.

    Sejauh ini, kata dia, belum ada gangguan berarti untuk penerbangan meski hampir setiap pagi bandara SMB II diselimuti kabut asap.

    Maskapai tetap akan memberangkatkan penumpangnya walau harus delay beberapa menit, pesawat juga tetap dapat mendarat di bandara meski harus terpaksa berputar-putar di udara dengan waktu cukup lama. Sebab semua penerbangan harus memastikan jarak pandang aman minimum 800 meter.

    "Pada 16 September ada maskapai Garuda dan Batik yang berputar di udara (holding) akibat belum bisa mendarat, Airnav memang tegas dalam urusan jarak pandang, jika belum diizinkan turun maka pesawat tidak boleh mendarat," katanya.

    Airnav Palembang mengawasi pergerakan 120 hingga 130 pesawat di Bandara SMB II Palembang setiap hari baik pesawat terjadwal maupun tidak terjadwal, sehingga dibutuhkan navigasi dengan akurasi tinggi agar penerbangan aman.

    "Kami selalu memperbaharui informasi jarak pandang dengan BMKG Stasiun SMB II Palembang, tidak mesti periodik, setiap ada perubahan informasi terkait cuaca dan jarak pandang maka segera dikoordinasikan," kata Ari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.