Ibu Kota Pindah, Indef: Perekonomian Jakarta Berisiko Turun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dinilai berisiko menurunkan perekonomian Jakarta dan wilayah-wilayah sekitarnya.  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut, penurunan perekonmian itu akan terjadi di daerah yang memiliki keterkaitan ekonomi dengan DKI  Jakarta.

    "Kalau dari analisa kami, rencana pemindahan ibu kota ini akan berdampak secara khusus kepada Jakarta dan beberapa provinsi di Jawa dan Sumatera yang memiliki keterkaitan ekonomi dengan Jakarta, seperti suplai barang dan tenaga kerja. Saya kira itu bakal terdampak," ujar Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad usai diskusi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa 3 September 2019.

    Dia menjelaskan, dari sisi pengeluaran Aparatur Sipil Negara (ASN), ketika ibu kota pindah ke Kalimantan Timur otomatis belanja ASN dan konsumsi rumah tangga mereka di Jakarta akan berkurang, karena pindah ke Kalimantan Timur. Ini akan menyebabkan permintaan terhadap barang dan jasa di Jakarta turun dan membuat perekonomian Jakarta juga akan turun.

    Efek kedua adalah belanja penyelenggara pemerintahan. Sebab, Jakarta merupakan pusat pemerintahan biasanya ada banyak kegiatan-kegiatan yang digelar oleh instansi-instansi pemerintahan, sehingga sektor jasa pertemuan, kemudian penyelenggaraan seminar-seminar, dan beragam kegiatan yang tidak hanya melibatkan ASN pusat tetapi juga melibatkan ASN seluruh Indonesia.

    Ketika pusat pemerintahan pindah ke Kalimantan Timur, memang wilayah tersebut akan berkembang tetapi efek terhadap sektor jasa, hotel, katering makanan, produksi dan sebagainya di Jakarta sebagai wilayah eks-ibu kota yang dipengaruhi oleh belanja anggaran pemerintah akan terdampak.

    "Ini yang menurut saya memiliki efek tidak hanya terhadap Jakarta, namun juga berdampak pula terhadap daerah-daerah yang menyumbang produk barang dan jasa dari wilayah-wilayah sekitarnya, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Tauhid Ahmad.

    Dampak pemindahan ibu kota yang ketiga yakni terhadap sektor bisnis. Sektor ini juga bakal terdampak akibat pemindahan ibu kota karena banyak sektor-sektor bisnis yang berhubungan dengan pemerintahan sebagai mitra kerja. Tidak hanya sektor penyedia jasa saja, tetapi juga sektor penyedia infrastruktur, penyewaan ruang perkantoran, dan sebagainya.

    Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur otomatis juga akan berdampak terhadap lingkungan bisnis. Mau tidak mau, sektor-sektor bisnis yang ada di Jakarta pada akhirnya akan ikut pindah ke Kalimantan Timur.

    Karena itu, Indef meminta agar dokumen pemerintah terkait pemindahan ibu kota perlu dikaji mendalam. Sehingga, dapat diantisipasi bagaimana dampaknya agar tidak terlalu besar terhadap Jakarta dan wilayah-wilayah sekitarnya. Kajian ini yang harus dibuka oleh pemerintah kepada publik," ujar Ahmad.

    ANTARA | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.