Inilah 7 Kendaraan Listrik yang Beroperasi di Bandara Soetta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengguna jasa bandara Soekarno-Hatta menikmati operasional Skytrain. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Pengguna jasa bandara Soekarno-Hatta menikmati operasional Skytrain. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan sejumlah kendaraan listrik telah dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Keberadaan kendaraan bebas emisi itu digadang-gadang mampu mendukung pelayanan kepada penumpang.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Minggu, 1 September 2019, Awaluddin menjabarkan ada tujuh kendaraan listrik yang beroperasi di seluruh terminal di Bandara Soekarno - Hatta. Ia berharap ke depan bandara akan menambah jenis kendaraan listrik.

    "Kami berharap semangat pengembangan kendaraan listrik yang sudah tumbuh di Soekarno-Hatta dapat menyebar ke kawasan pelayanan publik lainnya," ujar Awaluddin.

    Berikut ini tujuh kendaraan listrik tersebut.

    1. Skytrain

    Automated People Mover System (APMS) yang disebut dengan Skytrain atau kereta layang (Kalayang) ini beroperasi perdana di Soekarno - Hatta pada 17 September 2017. Kereta layang tersebut mempermudah perpindahan orang dari dan ke Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan Stasiun Kereta Bandara. Saat ini, skytrain beroperasi setiap hari mulai pukul 04.33 WIB hingga 00.30 WIB. Skytrain melintas di dual track sepanjang 3 kilometer. 

    1. Taksi listrik

    Blue Bird mulai mengadakan taksi listrik di bandara pada 31 Mei 2019. Ada empat unit taksi dengan jenis Tesla Model X 75D A/T dan 24 unit BYD e6 A/T yang beroperasi Soekarno-Hatta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?