Pemerintah akan Bangun MRT, LRT, BRT di Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Gerbang tol ini akan menjadi salah satu akses masuk ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. ANTARA

    Foto udara proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Gerbang tol ini akan menjadi salah satu akses masuk ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, akan membangun sejumlah infrastruktur transportasi di ibu kota baru. Angkutan massa yang akan dibangun dan dikembangkan seperti, Moda Raya Terpadu atau MRT, Light Rail Transit atau LRT dan Bus Rapid Transit atau BRT.

    "Di Ibu Kota baru nanti, kami akan siapkan konektivitas transportasi yang terintegrasi antar modanya melalui angkutan massal dan berkonsep ramah lingkungan atau minim emisi,” kata Budi Karya seperti dikutip laman setkab.go.id, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Ia merencanakan hal tersebut, menyusul dengan pernyataan Presiden Joko Widodo baru mengumumkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur atau Kaltim. Budi mengatakan itu guna mendukung dari tujuan pembangunan ibu kota baru yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi baru terbarukan

    “Jadi pembangunan ini merupakan rencana jangka panjang. Kita akan bangun secara bertahap,” tambahnya.

    Budi Karya berkomitmen untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur transportasi massal agar di ibukota yang baru nanti angkutan massal menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bertransportasi. “Jadi memang kita konsisten untuk transportasi (berbasis) kendaraan massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Kalau pun ada kendaraan pribadi, saya inginkan kendaraan bertenaga listrik yang beroperasi,” ungkap dia.

    Sementara itu, rencana dari Menteri Perhubungan diamani juga oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan atau Kemenhub Budi Setiyadi. Ia mengatakan, sudah diadakan pertemuan antar pejabat Kemenhub untuk membicarakan perancangan moda transportasi di ibu kota negara baru.

    "Itu Pak Menteri Perhubungan menyampaikan menugasi Sekjen supaya merancang dan sistem moda transportasi di sana," ucapnya saat ditemui di Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, 29 Agustus 2019.

    Kemudian nantinya, para pemangku kebijakan ibu kota baru seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Nasional atau Bappenas dan Kemenhub akan membuat Rancangan Umum Tata Ruang yang di dalam ada perencanaan transportasi mendatang. "Dalam aspek perencanaan akan bicara komprehensif," ucap Budi Setiyadi.

    Selain transportasi masal berbahan bakar listrik seperti disebutkan di atas akan dibangun, Ia mengungkapkan akan mengoptimalkan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan pribadi. "Tidak hanya bus umum tapi untuk kendaraan pribadinya juga," ungkap dia.

    Sementara terkait infrastruktur transportasi udara dan laut, Kemenhub menjelaskan, pengembangan bandara dan pelabuhan pun akan dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi dari dan menuju Kalimantan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.