Menhub Tinjau Pembangunan Proyek Antarmoda di Bandara YIA Kulonprogo

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Penumpang memasuki area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bakal meninjau proyek antarmoda di Bandara Internasional Yogyakarta alias Yogyakarta Internasional Airport pada Ahad, 25 Agustus 2019. Budi Karya dijadwalkan tiba di YIA pukul 15.00 WIB.

    “Peninjauan tersebut untuk memastikan pembangunan proyek atau antarmoda berjalan sesuai rencana," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 25 Agustus 2019.

    Selain ke Bandara YIA, Budi Karya bakal melanjutkan kunjungannya ke Stasiun Kedundang. Ia akan meninjau perkembangan proyek rekonstruksi stasiun. Adapun Stasiun Kedundang merupakan salah satu stasiun pemberhentian bagi kereta menuju YIA.

    Hengky mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan integrasi antarmoda di Yogyakarta, Kulonprogo, dan sekitarnya untuk memudahkan penumpang menuju Bandara YIA. Menurut Hengky, selain kereta api, transportasi menuju bandara yang tersedia adalah bus.

    Saat ini pemerintah telah bekerja sama dengan Perusajaan Umum Damri. Bus Damri akan melayani penumpang dari Terminal Giwangan ke YIA.

    Pembangunan konektivitas antarmoda ini sekaligus dilakukan untuk mengembangkan kawasan yang mendukung sektor pariwisata. Pemerintah, ujar Hengky, tengah berfokus pada pertumbuhan aglomerasi Jogja - Solo - Semarang atau Joglosemar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.