IHSG Dibuka Menguat di Level 6.257,55

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 4,58 poin atau 0,07 persen menjadi 6.257,55. Namun tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke area negatif atau melemah 0,13 persen menjadi 6.245,01.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan IHSG bergerak mudah berubah di tengah sentimen perang dagang yang relatif masih panas. "Donald Trump menegaskan posisinya untuk tidak akan mundur mengejar Cina, meskipun akan berdampak pada ekonomi AS. Sekali lagi menandai bahwa perang dagang AS-Cina akan terus berlanjut dan akan memakan waktu yang lama," katanya, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Alfiansyah menambahkan, Amerika Serikat juga telah menjual persenjataan kepada Taiwan, situasi turut mengundang protes dari Beijing. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar saham juga dipengaruhi oleh adanya kekhawatiran daya saing ekspor Indonesia karena barang-barang Cina di pasar global yang murah, sehingga dapat memperberat kinerja ekspor Indonesia yang akhirnya berdampak pada defisit transaksi berjalan Indonesia.

    Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih menambahkan hingga kini belum ada katalis positif yang beredar di pasar, baik eksternal maupun internal. Walhasil investor terdorong untuk mengurangi aset sahamnya seraya memantau sentimen selanjutnya.

    Secara teknikal, lanjut dia, pada periode Agustus, IHSG juga memang rentan terhadap koreksi mengingat sejumlah investor asing banyak yang melakukan liburan di musim panas. "Historis menunjukkan memang Agustus melemah, karena mereka, terutama investor asing libur dan memilih mengamankan dananya di aset berisiko dengan melepas sebagian sahamnya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.