Investor Asing Cetak Net Sell Rp 104,53 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi jual bersih oleh investor asing berlanjut pada perdagangan hari ini, Senin, 19 Agustus 2019, meskipun IHSG mampu memperpanjang kenaikannya.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 104,53 miliar, net sell hari keenam beruntun.

    Investor asing membukukan aksi beli sebesar 1,32 miliar lembar saham senilai sekitar Rp 2,18 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,3 miliar lembar saham senilai Rp 2,29 triliun.

    Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp 7,17 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 15,06 miliar lembar saham.

    Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup naik 0,16 persen atau 10,06 poin di level 6.296,71 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Jumat, IHSG berakhir di level 6.286,66 dengan menguat 0,46 persen atau 29,07 poin. Indeks mulai melanjutkan penguatannya dengan dibuka naik 0,38 persen atau 23,98 poin di level 6.310,63 pagi tadi.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.284,78 – 6.329,74.

    Empat dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin industri dasar (+1,32 persen) dan infrastruktur (+0,83 persen). Lima sektor lainnya berakhir negatif, dipimpin pertanian yang melorot 1,32 persen sekaligus menahan besarnya kenaikan IHSG.

    Dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 197 saham menguat, 209 saham melemah, dan 245 saham stagnan.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing naik 0,92 persen dan 1,40 persen menjadi pendorong utama kenaikan IHSG.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.