Rayu Investor Afrika, Jokowi: Indonesia is Your True Partner

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pesan bagi masyarakat Papua, terkait kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pesan bagi masyarakat Papua, terkait kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Badung - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak pengusaha dan perwakilan negara-negara Afrika bahwa Indonesia untuk tak segan-segan menanamkan modal atau berbisnis dengan Indonesia. Jokowi memastikan, Indonesia bisa dipercaya sebagai mitra kerja sama di bidang infrastruktur.

    "Saya ingin pastikan dan tekankan Indonesia adalah teman yang tepercaya, Indonesia is your true partner, your trusted friend," kata Jokowi dalam Indonesia Africa Infrastructure Dialogue di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Jokowi mengatakan persaudaraan Indonesia dan Afrika telah terjalin melalui perjuangan bersama melawan kolonialisme. Persaudaraan itu dideklarasikan di tingkat dunia melalui Konferensi Asia Afrika pada 64 tahun lalu oleh Presiden RI pertama Soekarno. "Bahkan di tahun 2015, enam bulan setelah saya dilantik sebagai presiden, Indonesia (kembali) menjadi tuan rumah peringatan ke-60 tahun KAA," katanya.

    Penyelenggaraan IAID ini, kata Jokowi, merupakan bukti nyata bahwa persaudaraan Indonesia dan Afrika terus terajut. Presiden juga menyatakan keinginan agar masyarakat Afrika juga merasakan pembangunan yang merata dan menjangkau daerah terluar. Pasalnya, Jokowi menuturkan, selama 5 tahun terakhir ini infrastruktur merupakan fokus pembangunan Indonesia.

    "Bagi kami, pembangunan infrastruktur ini untuk mencapai banyak tujuan. Infrastruktur dapat mempersatukan bangsa dan mempererat kebhinekaan kami di Indonesia," tutur Jokowi.

    Jokowi juga menyebutkan bahwa infrastruktur memperbaiki pemerataan pembangunan, dan menjangkau daerah-daerah terluar. Infrastruktur juga meningkatkan konektivitas untuk memperbaiki disparitas harga dan kesenjangan ekonomi.

    Presiden mencontohkan,  pembangunan 782 kilometer jalan tol, 3.887 kilometer jalan umum nasional, 191 ribu kilometer jalan desa, 15 bendungan besar, 945 embung sebagai pembangkit ekonomi rakyat. Selain itu, pemerintah juga menangani 3.000 hektare kawasan kumuh perkotaan, memperbaiki sanitasi dan persampahan bagi 9,87 juta kepala keluarga, membangun 7 pos lintas batas negara, dan 3,5 juta unit rumah, untuk memperkecil kesenjangan ekonomi. 

    "Indonesia ingin meningkatkan konektivitas infrastruktur dan ekonomi dengan benua Afrika. Kami siap berbagi pengalaman dan saling membantu untuk pembangunan infrastruktur," kata Jokowi.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.