BUMN Bangun Monumen Fatmawati di Bengkulu

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BTN Maryono, saat melakukan kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Bengkulu, Sabtu 17 Agustus 2019.

    Direktur Utama BTN Maryono, saat melakukan kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Bengkulu, Sabtu 17 Agustus 2019.

    INFO BISNIS — HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali menjadi momen penting bagi BUMN dalam memberikan komitmen dalam pengembangan daerah. Seluruh BUMN turun ke daerah sebagai komitmen secara bersama-sama hadir dan membangun daerah.

    Setidaknya inilah momen dimana para pemimpin BUMN itu berkunjung ke daerah dengan visi yang sama membawa program BUMN Hadir Untuk Negeri yang membawa manfaat bagi daerah. Ini merupakan program Kementrian BUMN yang kelima setelah pada tahun 2015 penyelenggaraan yang sama berhasil dilakukan.

    Peran nyata BUMN di daerah mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Program ini sekaligus merupakan sinergi seluruh BUMN dalam menunjukkan komitmennya ikut serta dalam mengembangkan daerah.

    "Sekali lagi kami dengan bangga hati menerima penugasan untuk terjun di daerah pada saat moment HUT Kemerdekaan RI dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri. Oleh karena itu, dalam setiap moment kami ingin membuat sesuatu yang diingat bahwa kita BUMN pernah hadir di sana. Dan ini sangat membanggakan bagi kami pelaku bisnis di BUMN yang ada di daerah bersama masyarakat," kata Direktur Utama BTN Maryono, usai melakukan kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Bengkulu, Sabtu 17 Agustus 2019.

    Adapun kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di wilayah Bengkulu yang dikoordinasi oleh Bank BTN antara lain Sekolah Mengenal Nusantara, pembacaan puisi kemerdekaan, upacara bendera, jalan sehat, dan pasar murah.  

    Namun, hal yang paling menarik adalah dibangunnya monumen sejarah berupa patung Fatmawati yang dibangun bertepatan dengan HUT ke-74 RI di wilayah tersebut. Monumen itu dibangun di sana karena Bengkulu menjadi salah satu tempat pengasingan Presiden Soekarno pada saat itu. Sementara Fatmawati lahir di Kota Bengkulu.

    "Ibu Fatmawati adalah pahlawan yang karena jasanya bendera pusaka merah putih itu ada. Itulah mengapa jadilah kami membangun monumen Fatmawati di Bengkulu," kata Maryono usai melakukan peletakan batu pertama patung tersebut di Bengkulu, Sabtu 17 agustus 2019.

    Tak kurang dari 10 ribu masyarakat Bengkulu ikut bergabung dalam prosesi peletakan batu yang dilaksanakan di simpang lima Bengkulu. Tampak antusiasme warga karena Gubernur Bengkulu dan para pejabat daerah juga ikut bergabung dalam acara tersebut.  

    Kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri di wilayah Bengkulu ditutup dengan acara gerak jalan sehat dan pasar murah BUMN. Sekitar 5.000 masyarakat di wilayah Bengkulu bergabung dalam acara jalan sehat tersebut.

    Masyarakat kurang mampu diberikan kesempatan untuk mendapatkan paket sembako seharga Rp 25 ribu jauh lebih murah dari harga di pasar Rp 100 ribu. Setidaknya telah disiapkan 4.000 paket sembako pada acara pasar murah BUMN tersebut.

    Adapun paket sembako itu antara lain berisi gula, beras, minyak, indomie, dan kopi. Hasil penjulan sembako murah dikembalikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan guna membangun rumah ibadah di Bengkulu.

    "Melalui paket sembako murah BUMN tersebut kami ingin berbagi semoga mereka dapat menerimanya dengan senang hati. Hasil penjualannya kami kembalikan untuk mereka dapat membangun rumah ibadah," kata Maryono. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.