Sidang Tahunan MPR, Jokowi Harap Indonesia Bisa Bangun Industri Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) melihat mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) melihat mobil listrik Ezzy II milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) saat peresmian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB, seksi II, dan seksi III di gerbang Tol Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12). Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang diresmikan yaitu seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km). ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang bersama Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2019. Dalam kesempatan itu Jokowi menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah berani melakukan beberapa lompatan kemajuan.

    Menurut dia, salah satunya zaat ini Indonesia sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik. "Saya berharap hal itu bisa lebih berkembang sehingga bisa membangun industri mobil listrik sendiri," kata Jokowi di Kompleks MPR DPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Inovasi lainnya, kata dia, Indonesia sudah memulai program B20 dan akan segera masuk ke program B30, yakni campuran solar dengan 30 persen biodiesel.

    "Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa membuat B100. Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi," kata Jokowi. "Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur. Kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit."

    Jokowi juga mendorong agar Indonesia harus berani melakukan ekspansi, dan tidak hanya bermain di pasar dalam negeri. "Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ujarnya.

    Selain itu, pengusaha-pengusaha dan BUMN-BUMN diharapkan juga harus berani menjadi pemain kelas dunia, sehingga talenta-talenta anak bangsa bisa memiliki reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional.

    "Kita harus semakin ekspansif, from local to global. Jika kita semua, segera serius berbenah bersama, saya yakin kita akan mampu melakukan lompatan-lompatan kemajuan secara signifikan," kata Jokowi.

    Menurut jadwal Jokowi akan menyampaikan tiga pidato hari ini. Dua pidato sudah dia sampaikan, yaitu pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR-RI Tahun 2019 dan pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74  Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI.

    Ketiga, Jokowi akan menyampaikan pidato mengenai Rancangan APBN Tahun Anggaran 2020 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2019-2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.