Menperin: Konten Lokal Mobil Listrik Capai 35 Persen pada 2023

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) atau konten lokal dari mobil listrik yang akan diproduksi di Indonesia dapat mencapai 35 persen pada 2023.

    Airlangga menyatakan TKDN itu akan diatur dalam Peraturan Presiden yang akan segera diterbitkan. "Diharapkan dengan demikian bisa dorong ekspor kita ke Australia. Karena dalam CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif) Australia dipersyaratkan 40% TKDN. Ini kita sinkronkan dengan fasilitas yang ada," kata Airlangga seusai mengikuti rapat terbatas membahas kendaraan listrik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Pada tahap awal, kata Airlangga, pemerintah akan memberikan kesempatan untuk impor dalam bentuk mobil jadi (completely built unit/CBU) dalam periode tertentu. Namun, setelah itu, TKDN harus mencapai 35 persen.

    Kuota impor mobil listrik itu, ujar dia, akan bergantung kepada investasi yang dilakukan oleh investor. Izin impor itu juga hanya akan diberikan kepada investor yang sudah berkomitmen untuk berinvestasi di sektor mobil listrik di Indonesia.

    Airlangga menyatakan sejauh ini terdapat 3-4 prinsipal yang telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi.

    Pekan lalu, Presiden Jokowi menyatakan apabila regulasi mengenai kendaraan listrik itu telah dirilis, pengembangan mobil listrik bisa segera dimulai. Di samping itu, dia menyatakan pemerintah bisa langsung menyiapkan infrastruktur dalam rangka menunjang mobil listrik.

    "Saya lihat ke depan semua negara mengarah ke sana semuanya. [Kendaraan yang] Enggak polusi. Penggunaan bahan bakar non fosil, arahnya ke sana," kata dia soal mobil listrik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?