Kurs Rupiah Menguat ke Level Rp 14.000 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang. Nilai tukar dolar Amerika Serikat, mencapai level Rp14.060 per Dolar AS.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga menjual mata uang dolar di money changer kawasan Kwitang. Nilai tukar dolar Amerika Serikat, mencapai level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin, 29 Juli 2019.

    Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak menguat 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp 14.000 per dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah perdagangan rupiah dibuka rebound 10 poin atau 0,07 persen di level Rp 13.999 per dolar AS.

    Rupiah mampu rebound setelah ditutup melemah 32 poin atau 0,23 persen di level Rp 14.009 per dolar AS pada perdagangan Jumat pekan lalu, 26 Juli 2019.

    Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,095 poin. Angka itu setara dengan penurunan 0,1 persen ke level 97,915 pada pukul 07.57 WIB.

    Indeks dolar, sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,19 poin atau 0,02 persen ke level 97,991. Hal itu terjadi setelah pada perdagangan Jumat pekan lalu ditutup menguat 0,192 poin atau 0,2 persen ke level 98,010.

    Pada Jumat pekan lalu, rupiah melemah seiring dengan penguatan indeks dolar AS sebesar 0,1 poin atau 0,1 persen ke level 97,918 pada pukul 17.40 WIB. Pergerakan indeks sebelumnya dibuka turun tipis 0,025 poin atau 0,03 persen di level 97,793, setelah berakhir menguat 0,09 persen atau 0,089 poin di posisi 97,818 pada perdagangan sehari sebelumnya.

    Penguatan dolar AS pada akhir pekan lalu terjadi setelah investor mengurangi ekspektasi untuk pemangkasan suku bunga secara agresif oleh bank sentral AS Federal Reserve. The Fed diantisipasi luas akan memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan yang berakhir pada Kamis mendatang.

    Namun, ada pandangan yang berkembang bahwa langkah tersebut mungkin terjadi tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya, bukan awal dari siklus pelonggaran utama. “Pasar telah memperhitungkan ekspektasi penurunan suku bunga, dan kini hal itu berubah. Sentimen ini mendukung dolar AS,” ujar Takuya Kanda, general manager riset di Gaitame.Com Research Institute, Tokyo, Jumat, 26 Juli 2019.

     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.