Kemenhub Hibahkan 44 Kapal Pelayaran Rakyat ke Daerah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil SAR Aceh dari tim terpadu keselamatan angkutan pelayaran rakyat memeriksa pelampung milik kapal kayu yang melayani penyeberangan penumpang serta barang tujuan pulau Aceh di Banda Aceh, Aceh, Senin 27 Mei 2019. Tim terpadu yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Malahayati, Polisi Pengairan dan Udara, Basarnas, BMKG dan Jasa Raharja melakukan inspeksi keselamatan (Ramp Check) angkutan pelayaran rakyat untuk kelancaran angkutan mudik Idul Fitri 1440 hijriah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Personil SAR Aceh dari tim terpadu keselamatan angkutan pelayaran rakyat memeriksa pelampung milik kapal kayu yang melayani penyeberangan penumpang serta barang tujuan pulau Aceh di Banda Aceh, Aceh, Senin 27 Mei 2019. Tim terpadu yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Malahayati, Polisi Pengairan dan Udara, Basarnas, BMKG dan Jasa Raharja melakukan inspeksi keselamatan (Ramp Check) angkutan pelayaran rakyat untuk kelancaran angkutan mudik Idul Fitri 1440 hijriah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan resmi menghibahkan 44 dari 94 kapal pelayaran rakyat yang telah dibangun kepada pemerintah daerah. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus H. Purnomo menyatakan, kapal-kapal pelayaran rakyat (pelra) yang dibangun dengan APBN itu akan dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh pemda penerima hibah.  

    "Saya minta agar kapal pelra ini dapat dirawat dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah atau Dinas Perhubungan dan setiap tahunnya ada anggaran untuk perawatan. Jadi saat dilakukan monitoring, kapal dalam kondisi baik, terawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujarnya dalam siaran pers, Jumat 19 Juli 2019.

    Pemda penerima hibah kapal pelra mencakup Kalimantan Utara, Lampung, Sulawesi Barat, Kota Bima, Kota Sabang, Barru, Buton Selatan, Buton Tengah, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Mamuju, Mesuji, Natuna, Nunukan, Pinrang, Situbondo, Takalar, Tana Tidung, Tanggamus, Kota Denpasar, Bantaeng, Nusa Tenggara Timur, dan Bengkulu. 

    Selain itu, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Riau, Sulawesi Selatan, Kota Bengkulu, Dumai, Makassar, Pariaman, Tanjung Pinang, Bangka Selatan, Belitung, Bintan, Kabupatem Cilacap, Jepara, Kampar, Kayong Utara, Nias Selatan, Pesawaran, Pesisir Barat, Rokan Hili, dan Siak.

    Menurut Agus, kapal pelra sangat dibutuhkan daerah karena kapasitasnya tidak besar dan bisa diterapkan di daerah dengan alur dangkal. Dengan demikian, kapal pelra mampu mendukung kelancaran arus penumpang, barang, maupun wisata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.