Susun Kabinet Baru, Jokowi Diprediksi Terapkan Strategi 50:50

Presiden Joko Widodo usai membuka Pameran Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam menyusun Kabinet Indonesia Kerja Jilid II, presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi diprediksi akan menempatkan nama-nama baru dari berbagai kalangan untuk mengisi kursi menteri. Khusus kementerian di bidang ekonomi, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menduga Jokowi akan menetapkan strategi 50:50. 

Artinya, komposisi kursi menteri perekonomian 50 persen bakal diisi oleh kalangan profesional dan kelompok lainnya. Sementara itu, 50 persen lainnya akan ditempati kader dari sejumlah partai politik dari koalisi yang mengusungnya. 

"Kalau komposisi kader partai politik lebih banyak, pasti Pak Jokowi akan mendapatkan kritik dari masyarakat. Karena kementerian ekonomi ini strategis dan banyak bersentuhan dengan masyarakat," ujar Ujang saat dihubungi Tempo pada Selasa, 16 Juli 2019. 

Ujang mensinyalir, kementerian ekonomi yang akan diisi oleh kader partai salah satunya adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Kementerian yang kini dijabat Rini Soemarno itu umumnya menjadi jatah bagi partai pemenang Pemilu. 

Menurut Ujang, pada 2014, Rini dipilih dari PDIP. Kala itu, partai berlogo banteng ini menang dalam kontestasi. Adapun mantan bos Astra itu didapuk menjadi menteri salah satu alasannya ialah lantaran kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri secara pribadi.

Ujang menduga, pada 2019 ini, Rini akan kembali menduduki kursi Kementerian BUMN. 
"Karena Pemilu 2019 itu pemenangnya PDIP dan kalau kita lihat sampai saat ini Rini masih dekat dengan Megawati dan bahkan Jokowi," ujarnya. 

Kementerian lainnya yang diduga bakal diduduki kader partai ialah Kementerian Perindustrian yang saat ini mendapuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto sebagai menterinya. Ujang mensinyalir Airlangga akan bertahan di kementeriannya lantaran statusnya sebagai kader kuat partai koalisi. 

Di sisi lain, kader-kader partai yang berpeluang masuk ke kementerian ekonomi adalah Arief Budimanta. Kader PDIP ini dikenal salah satu politikus yang moncer di bidang ekonomi. Selain sebagai kader, ia berprofesi sebagai dosen dan pernah beberapa kali terlibat dalam organisasi keekonomian. Nama Arief juga masuk dalam jajaran tim kampanye Jokowi sewaktu pemilihan presiden. 

"Selain itu, ada nama Sri Adiningsih dari Watimpres yang kita tahu sudah lama membantu PDIP," ujarnya. Sri Adiningsih ialah dosen Universitas Gadjah Mada. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi Asia-Pasifik UGM. 

Sedangkan dari kalangan profesional murni, Ujang mengabsen nama Sri Mulyani dan Ignasius Jonan masih akan menduduki kursi menteri. "Sri Mulyani dipertahankan. Jonan mungkin hanya di-rolling," ujarnya. 

Selain dari kalangan kader dan profesional, Ujang menduga kementerian ekonomi di kabinet Jokowi juga akan diisi oleh organisasi massa dan kelompok masyarakat lain yang mewakili keagamaan. "Seperti Jonan itu bisa juga masuk ke kelompok masyarakat yang lain," ucapnya. 






Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

5 jam lalu

Sentralitas ASEAN Diharapkan Redakan Ketegangan

ASEAN diproyeksikan dapat tetap terbuka dan inklusif di tengah ancaman polarisasi kekuatan global utama.


Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

6 jam lalu

Anies Baswedan Lanjutkan Safari Politik ke Papua, Hadiri Perayaan Natal hingga Temui Relawan

Anies Baswedan melanjutkan safari politiknya ke Papua mulai hari ini. Dia akan mengikuti perayaan natal hingga bertemu dengan para relawan Jumat besok


Dari Desa Menuju Istana, Kisah Pengabdian Ayu Mengikuti Kampus Mengajar

7 jam lalu

Dari Desa Menuju Istana, Kisah Pengabdian Ayu Mengikuti Kampus Mengajar

Ayu Sabrina, alumni program Kampus Mengajar angkatan pertama yang pernah diundang ke Istana.


Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

7 jam lalu

Tingkat Kepuasan Terhadap Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Terus Meningkat dalam 3 Bulan Terakhir

Progam bantuan yang digelontokan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendongkrak tingkat kepuasan publik.


Jokowi Imbau Korban Gempa Cianjur Tetap Manfaatkan Bahan Bangunan Lama

7 jam lalu

Jokowi Imbau Korban Gempa Cianjur Tetap Manfaatkan Bahan Bangunan Lama

Presiden Jokowi meminta bantuan gempa tidak dibelikan sepeda motor tetapi benar-benar digunakan untuk membangun kembali rumah yang rusak.


Jokowi Janji Datang Lagi ke Cianjur, Cek Hasil Renovasi Rumah Korban Gempa

8 jam lalu

Jokowi Janji Datang Lagi ke Cianjur, Cek Hasil Renovasi Rumah Korban Gempa

Presiden Jokowi meminta masyarakat korban gempa Cianjur untuk benar-benar menggunakan bantuan renovasi rumah sesuai peruntukannya.


Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

11 jam lalu

Absen di Pernikahan Kaesang-Erina, Surya Paloh Surati Jokowi

Surya Paloh berkirim surat ke Jokowi. Dia tak bisa menghadiri resepsi pernikahan Kaesang-Erina Gudono.


Jokowi Minta Korban Gempa Cianjur Bangun Rumah Tahan Gempa

11 jam lalu

Jokowi Minta Korban Gempa Cianjur Bangun Rumah Tahan Gempa

Presiden Jokowi meminta warga korban gempa Cianjur untuk berkonsultasi dengan PUPR dan mengikuti petunjuk pembangunan rumah tahan gempa


Bantuan Rumah Gempa Cianjur Tak Langsung Sekali Cair, Jokowi Khawatir Jadi Motor

12 jam lalu

Bantuan Rumah Gempa Cianjur Tak Langsung Sekali Cair, Jokowi Khawatir Jadi Motor

Jokowi enggan memberikan bantuan renovasi rumah korban Gempa Cianjur, Jawa Barat, secara keseluruhan dalam satu kali pencairan namun secara bertahap


Kunjungi Cianjur, Jokowi Naikkan Bantuan Renovasi Rumah Korban Gempa Maksimal Jadi Rp 60 Juta

13 jam lalu

Kunjungi Cianjur, Jokowi Naikkan Bantuan Renovasi Rumah Korban Gempa Maksimal Jadi Rp 60 Juta

Jokowi memutuskan untuk menaikkan bantuan renovasi rumah korban gempa Cianjur setelah melakukan penghitungan ulang