Datangkan 5 Airbus A320, AirAsia: Penumpang Naik Double Digit

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat A330-900 AirAsia X

    Pesawat A330-900 AirAsia X

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia hingga tahun ini akan mendatangkan lagi empat pesawat Airbus A320 yang nantinya digunakan untuk mengoperasikan rute-rute baru penerbangan domestik.

    Baca: CEO AirAsia Tony Fernandes: Saya Benci Kartel

    “Nanti kalau pesawat kita datang lagi segera kita akan luncurkan rute-rute baru,” kata Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat peluncuran buku CEO AirAsia Tony Fernandes “Flying High” di Jakarta, Kamis.

    Dendy menjelaskan, total pesawat yang dimiliki AirAsia berjumlah 29 pesawat hingga akhir 2019. “Kita rencana lima tahun ini. Satu sudah, jadi empat lagi. Dalam proses sekarang,” katanya.

    AirAsia sebelumnya juga sudah meluncurkan lima rute baru domestik seiring dengan dukungan pemerintah serta masuknya satu pesawat baru. Ke depannya, kata Dendy, rute baru domestik akan semakin beragam, termasuk ke daerah Indonesia Timur.

    “Tahun ini akan banyak, kita fokus domestik memang tahun ini. Tunggu lah tanggal mainnya. Banyak rute manarik,” katanya.

    Saat ini, pihaknya tengah memproses perizinan pembukaan rute baru di Kementerian Perhubungan. “Kita sudah mulai filling ke Kemenhub, tapi kan ada prosesnya. Begitu sudah ada izin rute efektif biasanya kita langsung open for sale,” kata Dendy.

    Baca: Tony Fernandes: Jika Jual Harga Mahal, Kami Bukan AirAsia Lagi

    Dengan adanya penambahan unit pesawat AirAsia serta pembukaan rute baru, Dendy berharap jumlah penumpang terangkut akan meningkat dua kali lipat. “Kalau kita nambah lima pesawat tahun ini, mungkin kira-kira di atas 10 persen, double digit lah,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.