Pertamina Dapat Pinjaman USD 1,5 M dari Eximbank Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktifitas di kilang Pertamina pengolahan unit VII Kasim, Sorong, Papua Barat, 3 Juni 2013. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan 10.000 barel/hari untuk memenuhi kebutuhan BBM di Papua dan Maluku. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja beraktifitas di kilang Pertamina pengolahan unit VII Kasim, Sorong, Papua Barat, 3 Juni 2013. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan 10.000 barel/hari untuk memenuhi kebutuhan BBM di Papua dan Maluku. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan Eximbank Korea Selatan sepakat menandatangani kerja sama Framework Agreement (FA) senilai US$ 1,5 miliar untuk mendukung proyek-proyek Pertamina.

    Baca: Lifting Migas Pertamina Hulu Mahakam di Bawah Target

    Proyek-proyek tersebut di antaranya modernisasi dan pembangunan kilang yang dikenal dengan Proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR).

    Penandatanganan framework agreement dilakukan oleh Direktur Keuangan Pertamina, Pahala N. Mansury dan CEO Eximbank (Kexim), Eun Sung-Soo di sela-sela pertemuan 2019 Pertnership Forum - Oil and Gas Downstream Indonesia, di Seoul, Korea Selatan di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

    Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan inisiasi kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah dibangun sebelumnya dengan beberapa mitra dari Korea Selatan seperti Hyundai dan SK yang tergabung dalam Joint Operation (JO) pekerjaan EPC RDMP Balikapan.

    “Dengan adanya framework agreement ini diharapkan akan semakin mempermudah kerja sama yang melibatkan mitra potensial lain dari Korea Selatan, terutama dalam proyek RDMP Balikpapan,” ujar Fajriyah.

    Kerja sama ini dinilai akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, kata Fajriyah, Pertamina semakin berkomitmen untuk menjamin availability, accessibility, dan affordability energi nasional atau dalam konteks ini energi untuk perekonomian Indonesia.

    Fajriyah menyatakan, kerja sama yang erat antara Pertamina dengan berbagai mitra pembiayaan dari Korea Selatan akan semakin memperkuat pelaksanaan proyek RDMP Balikpapan. "Sesuai dengan target yang ditetapkan,” katanya.

    Sebagai kelanjutan dari penandatangan kerja sama tersebut, pemerintah Indonesia dan Korea melalui Pertamina dan Kexim juga menggelar acara Vendor Day pada tanggal 2-3 Juli 2019.

    Kegiatan yang menggandeng pelaku usaha bidang konstruksi dari Indonesia dan Korea ini berhasil menarik sekitar 250 orang dari 38 perusahaan Indonesia dan 60 perusahaan Korea. Dari kegiatan ini diharapkan ada kolaborasi kerjasama antara vendor dari kedua negara.

    Baca: BPK: Kebijakan BBM Picu Kurang Pendapatan Senilai Rp 82,94 T

    Dengan mempertemukan pelaku usaha dari kedua belah pihak, Pertamina juga berharap akan mendukung program TKDN Pemerintah dalam pengembangan project RDMP Balikpapan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.