Go-Pay Terbuka untuk Berkolaborasi dengan LinkAja

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat berfoto dengan sejumlah direksi perusahaan BUMN dan peserta Grand Launching di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno saat berfoto dengan sejumlah direksi perusahaan BUMN dan peserta Grand Launching di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata menyambut baik kehadiran pembayaran digital yang baru diluncurkan, LinkAja.

    Baca juga: LinkAja Bidik 20 Juta Pengguna Baru Usai Diluncurkan

    "Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi antara Go-Pay dan LinkAja," kata Budi melalui pernyataan tertulis diterima Tempo, pada Senin 1 Juli 2019.

    Ahad kemarin, platform layanan keuangan berbasis elektronik, LinkAja resmi diluncurkan di Istora Senayan, Jakarta Selatan. Layanan keuangan digital milik PT Fintek Karya Nusantara ini memiliki misi untuk meningkatkan inklusi keuangan.

    Menurut Budi, LinkAja membawa misi yang serupa dengan GO-PAY. Keduanya ingin mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia menggunakan uang tunai.

    Budi optimis jika LinkAja dan Go-Pay berkolaborasi, hal tersebut akan berdampak positif bagi pengguna Go-Pay dan LinkAja. Selain itu, kolaborasi tersebut juga dapat mempercepat terwujudnya masyarakat non-tunai dan keuangan inklusif di Indonesia.

    Saat rilis LinkAja, tercatat sekitar 76 persen transaksi di Indonesia hingga 2018 masih didominasi oleh uang tunai. Karena itu perlu dilakukan pengenalan transaksi non-tunai yang dianggap mampu meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat, yaitu dengan menggunakan uang elektronik sebagai instrumen pembayaran.

    Menurut CEO LinkAja Danu Wicaksana, LinkAja akan menggunakan strategi berbeda dengan kompetitor sejenis dalam menjalankan bisnisnya. Salah satunya adalah membidik pengguna baru yang ada di luar kota besar. Hal ini, juga sejalan dengan misi LinkAja untuk ikut meningkatkan inklusi keuangan digital.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.