Lion Air Bakal Gandeng GMF dan Michelin Bangun Pabrik Ban Pesawat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lion Air. TEMPO/Ifa Nahdi

    Lion Air. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, JakartaLion Air Group tengah menjajaki kerja sama antara anak usahanya Batam Aero Technic (BAT), Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia dan produsen ban asal Prancis Michelin untuk membangun pabrik ban pesawat.

    Baca: Grounded Boeing 737, Lion Air Tanggung Beban Parkir 6 M per Hari

    Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menuturkan, pihaknya dalam penyelesaian pembicaraan untul membangun pabrik pembuatan ban pesawat di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

    "BAT, GMF, dan Michelin kerja sama membangun pabrik ban pesawat dalam tahap pembicaraan, pembicaraan time frame proses penyelesaian," kata Edward saat berkunjung ke fasilitas BAT di Batam, Kamis, 27 Juni 2019.

    Dalam membangun fasilitas pendukung usahanya tersebut, investasi secara keseluruhan dapat mencapai US$ 25 juta.

    Edward menjelaskan, kerja sama ini akan mempermudah pemenuhan kebutuhan ban untuk roda pesawat (landing gear) karena Michelin pun sudah memiliki gudang dan pengolahan karet. "Michelin bisa saja dana dari mereka semua, mereka cuma bawa US$ 25 juta, tetapi kami ikut karena kami pasar, sama saja dengan kami mengambil bagian di sana," katanya.

    Baca: Lion Air Bakal Pangkas Harga Tiket Pesawat 50 Persen dari TBA

    Saat ini, Lion Air Group mengoperasikan 348 pesawat termasuk pesawat latih, dimana seluruh suku cadang termasuk ban selalu dibutuhkan. Melalui rencana tersebut, Edward berharap dapat mengurangi biaya pembelian suku cadang sehingga dapat mengurangi cost atau biaya yang berujung pada pengurangan harga tiket penerbangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.