Malindo Air Tergelincir di Bandara Husein Sastranegara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Malindo Air tergelincir dari landasan saat lepas landas di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, 20 April 2018. Pesawat tersebut mengangkut 139 orang penumpang dan kru. REUTERS/Navesh Chitrakar

    Pesawat Malindo Air tergelincir dari landasan saat lepas landas di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu, Nepal, 20 April 2018. Pesawat tersebut mengangkut 139 orang penumpang dan kru. REUTERS/Navesh Chitrakar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Malindo Air dengan nomor penerbangan OD-301 tergelincir dari landas pacu (runway excursion) pada saat berbelok sebelum lepas landas pada pukul 14.25 WIB di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung (BDO).

    Baca: 17 Agustus, Malindo Air Terbang dari Subang Malaysia ke Silangit

    Pesawat rute penerbangan Bandung - Kuala Lumpur itu adalah jenis Boeing 737-800NG beregistrasi 9M-LCK. Public Relations and Communications Department Malindo Air,        Andrea Liong, menyebutkan seluruh penumpang dan awak pesawat tersebut dalam kondisi selamat.

    Andrea menjelaskan, dalam pesawat tersebut, terdapat 122 orang yang terdiri dari 114 penumpang dan delapan anggota kru. "Semua penumpang dan awak pesawat kondisi selamat serta telah dievakuasi dengan aman," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Kamis, 20 Juni 2019.

    Saat ini, Malindo Air yang merupakan maskapai perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) dan Lion Air dari Indonesia sedang mengatur rencana perjalanan penumpang. Pesawat juga dalam proses penanganan evakuasi.

    Baca: Agustus 2018, Malindo Air Tambah Rute Penerbangan ke Singapura

    Atas kejadian ini, kata Andrea, Malindo Air meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan juga menegaskan kembali bahwa Malindo Air mengutamakan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.