17 UMKM Asal Yogya Ikuti Pameran di Moskow Rusia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    TEMPO.CO, Jakarta -Sedikitnya 17 pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM asal DIY bakal mengikuti pameran di Festival Indonesia - Moscow pada 1 hingga 4 Agustus 2019 di Moskow, Rusia.

    BACA: Jokowi Kritik Bank yang Asyik Kumpulkan DPK dan Susah Beri Kredit

    Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi menuturkan festival ini menjadi ajang para pelaku usaha lokal Indonesia untuk mengenalkan berbagai potensi khas tanah air ke publik Rusia.

    Dalam festival yang dipusatkan di Taman Krasnaya Presnya dengan luas area festival mencakup sekitar 16,5 hektar itu, sebanyak 80 booth dari total 100 booth merupakan booth untuk UMKM.

    "Akan ada juga booth gratis sebanyak 70 booth yang melingkupi produk kerajinan, tekstil, kerajinan, atau makanan,” ujar Wahid usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Kepatihan, Yogya 27 Juni 2019.

    BACA: Target Penyaluran KUR di 2018 Dinaikkan Menjadi Rp 120 Triliun

    Pelaksanaan festival yang tahun ini sudah memasuki gelaran keempat sejak pertama digelar tahun 2016 lalu itu, pengusaha lokal beberapa provinsi dan kabupaten lain juga turut.

    Mulai dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Papua Barat, dan Kabupaten Sorong.

    Pada pelaksanaan sebelumnya, produk yang paling diminati dari Yogyakata sendiri adalah produk eco-print dan juga sabun natural dari Kabupaten Kulon Progo.

    Untuk festival kali ini, salah satu stand spesial yang akan dibangun adalah stand buah-buahan asli Indonesia. Sebab buah-buahan asal Indonesia ternyata cukup diminati di Rusia walau harganya relatif lebih mahal.

    "Kami sedang memikirkan cara membawa buah-buahan itu karena harus menggunakan direct flight untuk menjaga kesegarannya," ujarnya.

    Wahid memaparkan bahwa keikutsertaan dalam festival ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi DIY dan daerah lain untuk mempromosikan produk lokalnya di Rusia.

    “Lewat festival ini juga menjadi peluang bagi DIY mempromosikan pariwisatanya karena sudah adanya bandara Yogyakarta Internasional Airport di Kulon Progo,” ujarnya.

    Wahid menambahkan target pengunjung festival pada tahun ini sebanyak 140 ribu orang atau 5 ribu orang lebih banyak disbanding kunjungan festival tahun 2018 lalu.

    Penambahan jumlah kunjungan tersebut diharapkan juga disertai dengan peningkatan arus transaksi jual beli daripada tahun sebelumnya yang sebesar 2,23 juta Dolar AS.

    Baca berita tentang UMKM lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.