Hingga Kini Lazada Wadahi 65 Ribu Penjual

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi ini terjadi saat masa perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 11 November dan 12 Desember.

    Kondisi ini terjadi saat masa perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 11 November dan 12 Desember.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Lazada menyatakan tidak akan memberikan persyaratan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu dimaksudkan sebagai salah satu langkah untuk dapat meningkatkan UMKM di Indonesia.

    “Kami sangat antusias untuk membantu pemerintah membentuk titik-titik ekosistem perekonomian daerah dengan membina masyarakat menjadi entrepreneur dan siap bersaing dengan pasar dunia secara global,” kata Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri di Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018.

    Simak: Ramayana dan Lazada Kembangkan Belanja Online

    Ia juga mengatakan bahwa saat ini masyarakat bebas untuk berjualan. “Mau punya perusahaan atau hanya individu, semua bisa jualan. Adanya teknologi akan mempermudah penjualan itu,” kata dia. 

    Ia menjelaskan, saat ini Lazada memiliki 65.000 penjual dan semua penjual tersebut berasal dari UMKM. Menurut Achmad pihaknya akan mengajak UMKM di daerah.

    Achmad mengatakan selama tahun 2017, Lazada telah melakukan roadshow di 11 kota untuk menjaring UMKM agar berjualan di Lazada. Di tahun 2018 ini, kata Achmad, pihaknya akan menambah roadshow di 18 kota.

    “Targetnya di bulan Ramadhan ini penjual sudah meningkat dua kali lipat,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.