KTT ASEAN, Jokowi Dorong Kerja Sama Sektor Maritim

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela KTT Asean di Bangkok, Thailand pada hari Minggu, 23 Juni 2019 untuk membahas rampungnya perjanjian batas Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE. [KEMENLU]

    Presiden Jokowi bertemu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela KTT Asean di Bangkok, Thailand pada hari Minggu, 23 Juni 2019 untuk membahas rampungnya perjanjian batas Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE. [KEMENLU]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mendorong kerja sama konkret di bidang maritim dalam KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand. "Isu terkait ketersediaan komoditas, nilai jasa angkutan, serta relaksasi regulasi perlu kita percepat. 'Monitoring' dan evaluasi harus dilakukan guna mencapai visi BIMP EAGA 2025," kata Presiden Jokowi ketika berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 yang dihelat di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu.

    Baca juga: Ekspor ke Filipina Manfaatkan Jalur Bitung-Davao

    Kerja sama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) menurut Presiden merupakan forum yang tepat untuk majukan kerja sama konkret antarwilayah negara di kawasan itu. Dengan demikian,  pembangunan ekonomi dan kemakmuran juga dapat dirasakan bersama.

    Presiden Jokowi mengatakan, dirinya percaya akan manfaat dari sebuah kerja sama. Oleh karena itu Jokowi sangat menyambut baik kerja sama yang konkret antara empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan tiga hal. Pertama, kerja sama konektivitas harus terus dorong, tidak saja infrastruktur fisik namun juga infrastruktur teknologi. "Kita harus terus tingkatkan ketersediaan infrastruktur ICT (Information Communication Technology) guna mendukung pertumbuhan ekonomi baru ekonomi digital," ujarnya.

    Kedua, Jokowi mengingatkan agar potensi maritim perlu terus ditingkatkan sehingga program pemberdayaan ekonomi berbasis kelautan yang inklusif harus didukung. Presiden memberikan contoh, Indonesia memiliki Aruna "startup" perdagangan perikanan yang berhasil meningkatkan pendapatan nelayan hingga 20 persen. Langkah inovatif seperti ini harus menjadi salah satu fokus kita ke depan.

    Baca juga: RI dan Filipina Sepakat Bentuk Tim Tingkatkan Perdagangan

    Ketiga, Presiden Jokowi minta jejaring kerja kalangan swasta utamanya melalui BIMP-EAGA Business Council perlu diperkuat.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.