Gubernur NTT Pastikan Tata Niaga Miras Sophia Bakal Diatur

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah NTT segera meluncurkan minuman keras atau miras khas daerah itu yang diberi nama Sophia (Sopi asli).

    Pemerintah NTT segera meluncurkan minuman keras atau miras khas daerah itu yang diberi nama Sophia (Sopi asli).

    TEMPO.CO, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, memastikan pemerintahannya akan mengatur tata niaga minuman tradisional beralkohol yang diberi nama Sophia. Minuman tradisional dengan merek Sophia itu baru diluncurkan di Kota Kupang, Rabu kemarin.

    Baca: Saingi Cap Tikus, Miras Sophia 45 Persen Alkohol Diluncurkan Juni

    "Kami pasti akan menyiapkan regulasi sehingga tata niaga minuman Sophia diatur agar berjalan dengan baik," katanya kepada wartawan di sela-sela acara peluncuran minuman Sophia di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu 19 Juni 2019.

    Viktor meyakini, peluncuran minuman Sophia ini menjadi awal yang baik untuk membangkitkan ekonomi masyarakat yang selama ini memproduksi minuman keras lokal yang dikenal dengan nama Sophi. Masyarakat, lanjutnya, tetap bekerja memproduksi minuman Sophi seperti biasa karena akan menjadi pemasok utama bahan baku "Sophia" melalui pabrik.

    "Kan ini pasokannya dari mereka (masyarakat) lalu kita ambil untuk diteliti di Undana dan menghasilkan Sophia," kata dia.

    Menurut Viktor, pemerintah telah memperkenalkan minuman Sophia ini kepada publik. Selanjutnya pihak pengusaha akan membeli langsung dari masyarakat untuk diolah lebih lanjut.

    Minuman tradisional beralkohol Sophia secara resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi NTT dalam kegiatan yang dipusatkan UPT Laboratorium Riset Terpadu Biosain, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu.

    Baca: Siapkan Miras Sophia, NTT Bidik Pasar Timor Leste dan Australia

    Minuman "Sohia" yang diluncurkan terdiri dari dua jenis, masing-masing di antaranya memiliki kadar alkohol yang berbeda yakni sebesar 35 persen dan 40 persen. Gubernur Viktor optimistis, minuman tersebut bisa bersaing di pasaran dengan minuman beralkohol lainnya.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.