Siapkan Miras Sophia, NTT Bidik Pasar Timor Leste dan Australia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman keras khas NTT, Moke. Dok.TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Minuman keras khas NTT, Moke. Dok.TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Kupang - Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memproduksi minuman keras atau miras khas daerah itu yang diberi nama Sophia dengan kadar alkohol 45 persen. Pasar miras Sophia ini yakni Timor Leste hingga Australia. 

    Baca juga: Saingi Cap Tikus, Miras Sophia 45 Persen Alkohol Diluncurkan Juni

     
    "Pasarnya sementara di NTT dan Timor Leste. Ke depan akan dikembangkan hingga Australia dan bersaing dengan miras disana," kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Senin, 1 April 2019.
     
    Menurut dia, Sophia yang akan dilegalkan ini berkadar alkohol 45 persen, dan untuk awalnya akan diproduksi sebanyak 12 ribu botol. "Ini juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan," katanya.
     
     
    Hal senada diungkapkan direktur PT Nam Sophia, distributor miras Sophia, Leonard Nam. Menurut Leonard, awal ini distribusi masih untuk masyarakat NTT dan Timor Leste. "Untuk daerah pemasaran masih seputar  NTT dan Timor Leste," ujarnya.
     
    Dia bersyukur, karena NTT sudah mulai melirik industri minuman keras, seperti yang dilakukan di Manado dengan cap tikusnya dan Bali dengan arak Balinya. "Kami senang, karena NTT sudah mulai melirik minuman khas," ujarnya.
     
    Untuk tahap awalnya dilakukan penandatangan MoU antara Undana sebagai peneliti dan PT Nam sebagai distributor miras Sophia. Penandatanganan disaksikan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Joseph Nai Soi.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.