Lebaran 2019, Penumpang Domestik di Bandara Ambon Turun 34 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Ambon - Data PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon, Maluku menunjukkan penurunan pergerakan penumpang domestik sebesar 34 persen selama periode Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau  tahun 2019 Masehi.

    BACA: Penerbangan Pindah ke Kertajati, Penumpang Berpotensi ke Jakarta

    Penurunan jumlah penumpang di Bandara Pattimura sebanyak 48.527 orang atau 34 persen dari angka tahun 2018 tercatat 73.426 penumpang, kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Pattimura, Amiruddin Florensius di Ambon, Jumat, 14 Juni 2019.

    "Selama masa posko terpadu angkutan udara Lebaran terjadi penurunan jumlah penumpang sebanyak 48.527 orang atau turun 34 persen, dibandingkan tahun 2018 sebanyak 73.426 penumpang," katanya.

    BACA: Penerbangan Pindah ke Kertajati, Penumpang Berpotensi ke Jakarta

    Dikatakannya, tercatat 644 penerbangan mengalami penurunan 25 persen dibandingkan tahun 2018 tercatat 864 penerbangan. Sedangkan lalu lintas kargo tercatat 139.381 kg juga turun 27 persen dari tahun sebelumnya sebesar 190.066 kg.

    "Kami sadari terjadi penurunan traffic di seluruh lini, tetapi kami pastikan tidak ada pengaruhnya pada komitmen untuk memberikan pelayanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan yang terbaik bagi seluruh pengguna jasa dan stakeholder," katanya.

    Amiruddin menyatakan, posko Terpadu Lebaran 2019 dimulai sejak tanggal 29 Meihingga 13 Juni 2019. Posko Terpadu merupakan bentuk penanganan khusus dalam mengantisipasi periode dimana traffic diperkirakan mengalami fluktuasi diluar kebiasaan.

    "Periode seperti menjelang dan setelah hari raya merupaka saat dimana kami menyiagakan posko terpadu di seluruh bandara," ujarnya.

    Diakuinya, kenaikan harga tiket berdampak pada pembatalan penerbangan dari dan ke Bandara Pattimura Ambon. Hal tersebut disebabkan sejumlah faktor di antaranya mahalnya harga tiket pesawat, rendahnya daya beli dan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan.

    "Penurunan penumpang domestik terjadi untuk seluruh rute, ditunjang saat ini sedang masa sepi sehingga jumlah penumpang agak menurun, bahkan saat hari raya, " katanya.

    Ia menambahkan, penurunan jumlah penumpang dan pesawat mengalami penurunan untuk penumpang yang datang dan berangkat dari bandara Pattimura. Biasanya mencapai 5.000 penumpang per hari, saat ini hanya mencapai 1.800 - 2.300 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.