Usai Lebaran, Harga Cabai Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir sepekan usai libur lebaran, harga cabai merah keriting  masih terbilang tinggi. Saat ini harga cabai merah keriting masih berada kisaran Rp 50 ribu per kilogram di Pasar Tradisional Ciputat dan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. Pedagang mengaku sudah ada penurunan tetapi memang belum kembali ke harga normal.

    Baca: Pelayanan Mudik Lebaran Dikritik, Menhub Akui Belum Maksimal

    "Kemarin habis lebaran memang sempat menyetuh harga Rp 80 ribu untuk cabe keriting. Sekarang udah turun ke harga Rp 50 ribu per kilogram," kata Yanti, 45 tahun, pedagang Pasar Tradisional Ciputat, Tangerang Selatan kepada Tempo, Jumat, 14 Juni 2019.

    Yanti mengatakan, mahalnya cabe keriting karena keterbatasan stok yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia menuturkan, selain cabe keriting yang saat ini sedang naik adalah Tomat yang mencapai Rp 20 ribu, padahal hari sebelumnya dijual dengan harga Rp 16 ribu per kilogram.

    Yanti menjelaskan, biasanya yang mahal adalah cabe rawit namun menurutnya komoditas ini terbilang murah, karena saat ini hanya Rp 30 ribu per kilogram. Lalu untuk harga bawang putih sekarang Rp 40 ribu per kilogram. Adapun cabe rawit hijau yang mahal sekarang, karena mencapai Rp 40 per kilogram, "biasanya harga normal cabe rawit hijau itu cuma Rp 25 ribu," ucapnya.

    Pedagang lain di Pasar Cimanggis, Umam juga mengatakan hal yang serupa, saat ini memang cabe keriting sedang mahal. "Sekarang saya jual Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram," katanya.

    Namun Umam beralasan untuk mahalnya cabe keriting karena adanya permainan para tengkulak yang berusaha memain harga pasar. Ia mengeluhkan juga mahalnya biaya untuk transportasi dan bongkar buat barang di pasar induk. "Saya bisa abis Rp 400 ribu untuk itu," ujarnya.

    Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menjelaskan kenaikan harga cabai merah keriting disebabkan pasokan yang tak merata di berbagai daerah. Dengan begitu, jumlah permintaan lebih tinggi dibandingkan persediaan.

    "Jadi saya duga itu karena ada kekurangan pasokan, tapi yang lainnya secara umum masih aman," kata Tjahya, Rabu lalu, 12 Juni 2019.

    Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), bahan makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,43 persen. Kenaikan harga cabai merah memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen.

    Baca: Lebaran, Penumpang LCC di Soekarno-Hatta Capai 12 Ribu per Hari

    Sementara itu mengacu catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar rerata nasional pada 14 Juni 2019 berada pada harga Rp 47.400 per kilogram, cabai merah keriting di level Rp 49.250 per kilogram, cabai rawit merah di level Rp 38.700 per kilogram, dan cabai rawit hijau berada di level Rp 41.000 per kilogram. 

    EKO WAHYUDI

    Simak berita lainnya terkait lebaran di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.