40 Persen Penumpang Bandara Balikpapan Pindah ke Samarinda

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Terminal Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada arus balik Lebaran, Jumat, 7 Juni 2019.  TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana Terminal Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada arus balik Lebaran, Jumat, 7 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Samarinda - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti membeberkan salah satu alasan penumpang di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, merosot selama mudik Lebaran 2019. Menurut Polana, sebagian penumpang dari bandara Balikpapan berpindah ke Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda.

    BACA: Hari H Lebaran, Penumpang Pesawat di Bandara Syamsudin Noor Ramai

    "Terjadi movement atau perpindahan penumpang cukup tinggi hingga 40 persen untuk penumpang," ujar Polana di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, 7 Juni 2019.

    Sementara itu, menurut catatan penyelenggara pelayanan navigasi AirNav, terjadi pergeseran perjalanan pesawat mencapai 15 persen.

    Bandara APT Pranoto baru beroperasi pada Oktober 2018. Berdasarkan data kebandaraan, terminal angkutan udara ini melayani penumpang dari empat kota. Di antaranya Sangata, Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanenegara.

    BACA: Bom Kartasura, Kemenhub: Tingkatkan Kewaspadaan di Bandara

    Polana mengatakan, penumpang di empat kota tersebut pada Lebaran tahun lalu melakoni perjalanan mudik lewat Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Karena Samarinda memiliki bandara anyar yang melayani 20 penerbangan sehari dengan rute variatif, penumpang lantas berpindah.

    "Karena jaraknya lebih dekat, waktu tempuhnya lebih pendek," ucap Polana.

    Kepala Unit Pengelola Bandar Udara Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma mengatakan, semasa Lebaran, bandara ini menampung hingga 4500 penumpang per hari. Angka tersebut naik seribu ketimbang hari biasa yang hanya 3500 orang.

    Sementara itu, maskapai yang tersedia ialah Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Nam Air. Ada pula maskapai propeler seperti Wings Air, Susi Air, dan Xpress Air. Maskapai-maskapai ini melayani penerbangan rute Samarinda ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Denpasar. Adapun maskapai propeler melayani penerbangan ke Berau, Melak, Tanjung Selor, Banjarmasin, dan Tarakan.

    Baca berita tentang Bandara lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.