Bila Tak Lagi Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Ingin Jadi Wartawan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggelar acara gelar griya di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggelar acara gelar griya di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku telah memiliki rencana lain jika dirinya tak lagi terpilih menjadi menteri. Kepada awak media, ia berseloroh ingin menjadi wartawan media daring alias online.

    Baca: Idul Fitri 2019, Menteri Susi: Mohon Maaf Kalau Ada Salah Sebagai Pejabat

    "Kalau enggak (terpilih jadi menteri) ya kan balik lagi cari pekerjaan, jadi wartawan," ucap Susi diselingi tawa di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Juni 2019.

    Masih dalam nada bercanda, Susi membeberkan alasannya ingin menjadi pewarta. Ia merasa cocok berkecimpung di bidang media lantaran telah memiliki followers atau pengikut dengan jumlah jutaan di media sosial, khususnya Instagram.

    Menurut pantauan Tempo, Susi memiliki pengikut sampai 2,7 juta pengguna Instagram. Adapun foto dan videonya acap disukai lebih dari 100 ribu orang. Pemilik maskapai Susi Air ini berandai-andai, bila memiliki media, ia akan memberi nama medianya susi.com.

    Namun, bila Joko Widodo alias Jokowi dilantik menjadi presiden terpilih Oktober 2019 nanti dan kembali memintanya masuk kabinet, Susi siap mengeman amanah. "Ya Insya Allah kalau badan masih sehat dan Pak Jokowi memberikan kepercayaan penuh, ya saya akan lakukan," ucapnya.

    Baca juga: Susi Jelaskan Alasannya Larang Cantrang dan Trawl

    Masa jabatan Susi akan selesai pada Oktober nanti. Ia saat ini telah lima tahun menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Kerja. Menjelang masa jabatannya berakhir, Susi mengaku masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Misalnya persoalan penangkapan ikan ilegal. Susi menengarai, saat ini 60 persen hasil tangkapan ikan pun belum terlaporkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.