Susi Jelaskan Alasannya Larang Cantrang dan Trawl

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 30 April 2019. Menteri Susi akan melakukan penenggelaman 51 kapal pencuri ikan secara bertahap mulai tanggal 4 Mei mendatang, 38 diantaranya merupakan kapal Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa 30 April 2019. Menteri Susi akan melakukan penenggelaman 51 kapal pencuri ikan secara bertahap mulai tanggal 4 Mei mendatang, 38 diantaranya merupakan kapal Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bercerita bahwa dirinya sempat berbeda pandangan dengan akademisi mengenai definisi cantrang dan trawl. Menurut dia, cantrang dengan trawl adalah sama sedangkan sang akademisi tersebut menyatakan sebaliknya.

    Baca: Menteri Susi: Selain Presiden Jokowi, Tidak Akan Saya Dengar

    "Cantrang itu dengan trawl sama, tapi kalau akademisi bilang cantrang sama trawl itu berbeda. Kata dia, trawl itu diseret sedangkan cantrang itu ditarik," kata Susi diiringi oleh tawa peserta di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa 14 Mei 2019.

    Adapun pernyataan Susi tersebut muncul saat dirinya menjadi salah narasumber dalam acara diskusi dan nonton bareng "Our Planet" yang digelar oleh WWF Indonesia. 

    Sebelum menyinggung mengenai perbedaan trawl dengan cantrang, Susi lebih dahulu menjelaskan mengapa dia tak sepakat penggunaan cantrang atau trawl. Salah satunya supaya menjaga keberlanjutan laut sehingga bermuara pada peningkatan produktifitas ekonomi masyarakat.

    Dalam kesempatan itu, Susi mempertanyakan pernyataan sang akademisi tersebut. Menurut Susi tak ada beda antara menarik dengan menyeret baik untuk trawl maupun untuk cantrang. Sebab, dalam konteks mengambil ikan, kedua alat itu sama-sama menjaring biota laut tanpa kecuali termasuk merusak terumbu karang.

    Pernyataan sang akademisi tersebut menurut Susi membingungkan. Ia bahkan menyesalkan pernyataan itu sempat terlontar ketika sang akademisi menjadi salah satu narasumber di salah satu stasiun televisi. Menurut Susi pernyataan sang akademisi itu tak masuk akal.

    Susi mencontohkan, baik trawl atau cantrang itu sama karena memiliki bentuk yang serupa. Misalnya, trawl atau cantrang biasanya memiliki panjang tali sampai 6 kilometer dengan diameter tali sebesar lengan orang dewasa.

    "Sekarang kita bayangkan 6 km tali besarnya seperti lengan kita, dengan laut Jawa yang kedalamanya cuma 60 meter, sampai nggak ke dasar, sampai nggak itu? Sama to? Nggaruk dasarnya," kata Susi.

    Kendati demikian, Susi tak menjelaskan detail mengenai siapa yang dimaksud dengan akademisi tersebut. Dia hanya menyebut sang akademisi merupakan seorang perempuan yang bergelar doktor dengan titel Ph.D.

    "Doktor apa gitu kan, Ph.D apa yang bicara apa itu, orangnya cantik lagi. Bicara cantrang itu berbeda karena yang satu diseret yang satu ditarik," kata Susi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.