Jokowi Ingin Undang Maskapai Asing, Ini Saran JK

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap menyampaikan keterangan terkait kerusuhan 22 Mei di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Presiden juga menyampaikan tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap menyampaikan keterangan terkait kerusuhan 22 Mei di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Presiden juga menyampaikan tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menanggapi rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang ingin mengundang maskapai asing di rute domestik demi menurunkan harga tiket pesawat. JK menilai, ide tersebut sebetulnya sudah dilakukan.

    BACA: Jokowi Undang Maskapai Asing, Budi Karya Soroti Asas Cabotage

    "Sebenarnya maskapai asing sudah masuk ke Indonesia. AirAsia contohnya. Dan sebaliknya maskapai Indonesia, Lion Air, ada Lion Air Malaysia, Lion Air Thailand, ada di Afrika, itu saling memasuki," kata JK di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2019.

    Menurut JK, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika maskapai asing masuk di rute domestik, yaitu keberlanjutan bisnis maskapai dalam negeri. "Kalau terlalu murah, dia akan bangkrut. Coba Garuda, dalam kondisi harga Garuda yang lebih tinggi juga sulit ya, mengalami kesulitan," katanya.

    BACA: Jokowi Ingin Turunkan Tiket Pesawat, Rizal Ramli: Solusi Cetek

    JK mengatakan harga tiket memang harus diseimbangkan. Pasalnya, selama ini pun masyarakat telah terlalu lama menikmati harga tiket yang murah. Sehingga, ketika harganya melonjak, banyak masyarakat yang protes. Padahal, kata JK, jika ada maskapai asing pun, ia yakin cost-nya akan sama saja.

    "Dulu tarif ini biasa. Jadi saya kira maskapai asing pun tentu sama saja costnya. Cost airlines itu pesawat, avtur, pemeliharaan, ongkos personel, semua hampir sama semuanya. Mau maskapai dari mana sama."

    Ide Jokowi mengundang operator penerbangan asing masuk bursa maskapai dalam negeri dilontarkan dalam wawancara bersama media nasional. Jokowi mengatakan salah satu cara yang tepat untuk menurunkan harga tiket pesawat adalah dengan membuka kompetisi.

    Artinya, maskapai asing yang masuk ke dalam negeri dapat mendirikan perseroan terbatas. Maskapai berbendera luar juga dipersilakan membuka rute domestik untuk menghindari kartel dan memacu kompetisi dagang di dunia perdagangan.

    Saat ini, dunia penerbangan di Indonesia hanya dikuasai dua maskapai besar, yaitu Lion Group dan Garuda Group. Lion Group membawahi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Sedangkan Garuda Indonesia Group sebagai induk perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, dan Nam Air.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.