Darmin Nasution Perkirakan Inflasi Mei Sentuh 0,5-0,6 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita berebut membeli sembako murah di Plaza Balaikota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Mei 2019. Bazaar sembako murah Ramadan ini digelar tim pengendali inflasi Jawa Barat. ANTARA

    Sejumlah wanita berebut membeli sembako murah di Plaza Balaikota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Mei 2019. Bazaar sembako murah Ramadan ini digelar tim pengendali inflasi Jawa Barat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan inflasi sepanjang bulan Mei, atau selama masa Ramadan, berkisar pada angka 0,5 persen- 0,6 persen secara bulanan (month to month).

    Baca: Imbas Harga Tiket Pesawat, Penumpang Bus Damri ke Bandara Turun 40 Persen

    "Kami berahap inflasi di bulan ini akan berkisar di 0,5 sampai 0,6 persen. Tinggi jika dibandingkan bulan lain, tapi enggak tinggi (jika) dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat 31 Mei 2019.

    Menurut Darmin, inflasi pada saat Lebaran memang selalu menjadi paling tinggi dalam hitungan inflasi tahun kalender atau year on year (yoy). Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Lebaran 2018 mencapai 0,59 persen, dan pada 2017 mencapai 0,69 persen.

    Padahal, rata-rata inflasi bulanan Indonesia selama ini berkisar 0,25 persen hingga 0,30 persen saja. Karena itu, menurut Darmin, inflasi pada bulan Mei yang tercatat berdekatan dengan Lebaran tidak bisa disebut paling tinggi jika dibandingkan pada bulan lain sepanjang tahun.

    Darmin memperkirakan, sumbangan inflasi pada bulan Mei ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.