Bus Trans Jawa Beroperasi, Ini Bedanya dengan Bus Biasa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Trans Jawa trayek Jakarta-Surabaya mulai beroperasi pada Senin, 27 Mei 2019. Sebanyak delapan bus diberangkatkan dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, untuk mengangkut pemudik pada masa angkut Lebaran 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Bus Trans Jawa trayek Jakarta-Surabaya mulai beroperasi pada Senin, 27 Mei 2019. Sebanyak delapan bus diberangkatkan dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, untuk mengangkut pemudik pada masa angkut Lebaran 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah resmi meluncurkan 36 unit bus Trans Jawa yang akan mulai beroperasi hari ini, Senin, 27 Mei 2019. Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan bus Trans Jawa berbeda dengan bus-bus trayek angkutan darat lainnya. 

    Baca: 36 Unit Bus Trans Jawa Mulai Beroperasi Hari ini

    "Bus Trans Jawa memiliki kelebihan tersendiri. Waktu tempuhnya lebih singkat, dari Jakarta ke Jawa Timur maksimal 12 jam," ujar Cris dalam peresmian bus di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin sore, 27 Mei 2019. 

    Waktu kedatangan bus Trans Jawa lebih cepat ketimbang bus trayek Jakarta-Jawa Timur pada umumnya karena minim berhenti. Menurut Cris, selama perjalanan, bus hanya akan istirahat di dua hingga tiga lokasi. Di antaranya Tegal, Semarang, dan Solo. 

    Bus juga dipastikan tidak akan keluar ke pintu-pintu jalan tol selama beroperasi. Sementara itu, penumpang dengan tujuan Jawa Tengah dapat turun saat bus berhenti di rest area tempat armada beristirahat sementara. Nanti, penumpang akan dijemput oleh shuttle yang disediakan operator bus. 

    Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Pehubungan Ahmad Yani memastikan penurunan penumpang di lokasi rest area ini sifatnya sementara. Sebab, saat ini pemerintah belum membangun terminal khusus untuk bus Trans Jawa di jalur tol. 

    "Ini sedang kami rencanakan terminalnya. Nanti rencananya terminal itu bentuknya shelter," ujar Ahmad Yani di lokasi yang sama. Shelter bus Trans Jawa diproyeksikan kelar pembangunannya pada 2020 nanti. 

    Kementerian Perhubungan mendata, bus yang saat ini siap beroperasi di jalur Tol Trans Jawa berjumlah 36 unit--sebelumnya, Ahmad Yani menyebut jumlah berbeda, yaitu 34 unit. Sebanyak 18 armada akan berangkat dari Jakarta dengan tujuan akhir Surabaya dan 18 lainnya beroperasi di rute sebaliknya. Dari Jakarta, penumpang bisa membeli tiket di terminal pemberangkatan, yaitu Terminal Pulo Gebang.

    Ahmad Yani memastikan, bus yang akan melaju di jalan tol anyar itu merupakan bus kelas premium. Seluruhnya dioperasikan oleh delapan operator. Tujuh di antaranya merupakan operator swasta, meliputi PT Rosalia Indah, PT Harapan Jaya, PT Sinar Jaya, PT Lorena, PT Kramat Djati, PT Gunung Harta, dan PT Pahala Kencana. 

    Baca: United Tractors Luncurkan 2 Model Bus Scania Trans Jawa

    Kemudian, satu operator sisanya ialah Perusahaan Umum Damri atau Perum Damri. Pada masa awal pengoperasiannya, operator mematok tiket bus untuk rute Jakarta – Surabaya ini Rp 350 ribu pada hari biasa dan Rp 400 ribu untuk masa angkutan Lebaran. 

    Simak berita lainnya terkait bus Trans Jawa di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.