Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jokowi Periode II, Kadin: Jangan Pilih Menteri Egosentris

image-gnews
Wakil Ketua KADIN, Suryani Motik (tengah) mengatakan tidak ada CSR industri rokok karena produknya sendiri sudah merusak dalam Focus Group DIscussion Tobacco Control Circle: Telaah Kritis Terhadap Kontroversi CSR Industri Rokok di Perguruan Tinggi di Indonesia, Jakarta, 29 Januari 2019.
Wakil Ketua KADIN, Suryani Motik (tengah) mengatakan tidak ada CSR industri rokok karena produknya sendiri sudah merusak dalam Focus Group DIscussion Tobacco Control Circle: Telaah Kritis Terhadap Kontroversi CSR Industri Rokok di Perguruan Tinggi di Indonesia, Jakarta, 29 Januari 2019.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia atau Kadin Suryani S Motik menyarankan adanya evaluasi menyeluruh untuk kabinet Indonesia Kerja bila Joko Widodo atau Jokowi resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019. Suryani mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan Jokowi adalah memilih menteri-menteri yang tidak egosentris.

BACA: Saran Periode Kedua Jokowi, Kadin: Tingkatkan Pendapatan TKI

"Kelemahan kabinet Jokowi enggak menguasai persoalan. Egosentris luar biasa," ujar Suryani saat ditemui seusai diskusi SmartFM dan Populi Center bertajuk Perspektif Indonesia menghadapi Lebaran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 25 Mei 2019.

Suryani mengatakan, menteri-menteri Jokowi saat ini, khususnya di lingkungan kementerian ekonomi, asyik bergelut dengan departemennya sendiri. Walhasil, sejumlah kebijakan makro dan mikro ekonomi yang semestinya diputuskan bersama tak terlaksana dengan baik.

BACA: TKN: Jika Ada Tawaran Jabatan ke Prabowo, Itu Niat Baik Jokowi

Kadin menyoriti kelemahan lain berupa minimnya pembahasan perumusan kebijakan antara menteri-menteri ekonomi dengan dengan pengusaha.
Suryani menjelaskan, pertemuan untuk membahas kebijakan yang nantinya bakal berimbas pada pelaku pasar penting dilakukan. Tujuannya, ujar dia, supaya pengusaha dapat langsung mengimplementasikan kebijakan tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kemudian, Kadin meminta Jokowi mengevaluasi 16 paket kebijakan ekonomi. "Kalau paket kebijakan 16 enggak efektif, kenapa mesti dipertahankan?" ucapnya.

Suryani mengkritik sejumlah paket kebijakan saat ini tidak berkelanjutan dan cenderung terputus-putus. Kondisi ini membuat investasi asing yang seharusnya masuk ke Indonesia tertahan.

Terakhir, ia menyarankan Jokowi untuk memilih menteri perekonomian, seperti Menteri Perdagangan, yang benar-benar memahami persoalan. Bila kursi menteri mesti dicaplok dari jatah partai, Suryani menyarankan Jokowi benar-benar menimbang politikus yang kompeten dengan kementerian yang akan dipimpinnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Alasan Pengamat Sebut Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta Sulit Terwujud

3 jam lalu

Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep. TEMPO
Alasan Pengamat Sebut Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta Sulit Terwujud

Pengamat menyebut duet Anies-Kaesang tetap berpotensi memiliki sisi positif.


Izin Tambang untuk Ormas Agama, Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak hingga Konflik Antar-Masyarkat

3 jam lalu

Bahlil Lahadalia mengatakan akan memberikan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada ormas berbasis keagamaan dengan sejumlah syarat.
Izin Tambang untuk Ormas Agama, Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak hingga Konflik Antar-Masyarkat

POKJA 30 Kalimantan Timur menilai izin pertambangan kepada ormas keagamaan berpotensi menimbulkan konflik di lingkar tambang.


Rencana Akuisisi, Bulog Mulai Komunikasi dengan KBRI dan Pelaku Usaha Beras di Kamboja

4 jam lalu

Pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog, Medan, Sumatera Utara, Selasa, 28 Mei 2024. Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menerima beras impor dari Thailand sebanyak 10 ribu ton dan dari Pakistan sebanyak 10 ribu ton. ANTARA/Yudi Manar
Rencana Akuisisi, Bulog Mulai Komunikasi dengan KBRI dan Pelaku Usaha Beras di Kamboja

Bulog menyatakan telah menjalin komunikasi dengan KBRI Phnom Penh dan pelaku usaha di Kamboja.


Tinjau Pompanisasi di Kalibeji, Jokowi: Dilakukan di Semua Provinsi Agar Produktivitas Naik

8 jam lalu

Presiden Jokowi menjelaskan tentang program pompanisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di semua provinsi rawan kekeringan, seusai peninjauan ke Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Tinjau Pompanisasi di Kalibeji, Jokowi: Dilakukan di Semua Provinsi Agar Produktivitas Naik

Presiden Jokowi meninjau program pompanisasi di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu, 19 Juni 2024.


150 Pemuka Agama Akan Ikuti Pertemuan dengan Paus Fransiskus September Nanti

9 jam lalu

Paus Fransiskus setelah audiensi umum mingguan, di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 15 November 2023. REUTERS/Remo Casilli
150 Pemuka Agama Akan Ikuti Pertemuan dengan Paus Fransiskus September Nanti

Paus Fransiskus akan datang ke Indonesia dan mengunjungi Masjid Istiqlal pada 5 September 2024. Juga hadiri pertemuan pemuka agama.


Jokowi Bantah Bahas Pilkada dengan Pimpinan Parpol Akhir Mei Lalu

10 jam lalu

Presiden Jokowi menjelaskan tentang program pompanisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di semua provinsi rawan kekeringan, seusai peninjauan ke Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Jokowi Bantah Bahas Pilkada dengan Pimpinan Parpol Akhir Mei Lalu

Jokowi membantah pernah membahas pilkada ketika bertemu dengan pimpinan parpol pemerintah, akhir Mei lalu. Berbeda dengan keterangan Zulkifli.


Jokowi Hanya Tersenyum saat Ditanya Restu untuk Kaesang Maju Pilkada 2024

10 jam lalu

Presiden Jokowi meninjau proyek pompanisasi di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Riri Rahayu
Jokowi Hanya Tersenyum saat Ditanya Restu untuk Kaesang Maju Pilkada 2024

Jokowi mendapat sejumlah pertanyaan dari jurnalis seputar Pilkada Jateng dan Kaesang saat meninjau program pompanisasi di Kabupaten Karanganyar


Disebut Beri Arahan Menangkan Ahmad Luthfi, Jokowi Lempar ke Partai

11 jam lalu

Presiden Jokowi menjelaskan tentang program pompanisasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di semua provinsi rawan kekeringan, seusai peninjauan ke Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Disebut Beri Arahan Menangkan Ahmad Luthfi, Jokowi Lempar ke Partai

Presiden Jokowi disebut memberikan arahan untuk mendukung Ahmad Luthfi di PIlkada Jawa Tengah.


Jokowi Tegaskan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online

11 jam lalu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Jokowi Tegaskan Tidak Ada Bansos untuk Pelaku Judi Online

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya menegaskan bahwa pelaku judi online tidak akan mendapatkan bantuan sosial atau Bansos dari pemerintah.


PDIP Tanggapi Santai Kabar Cawe-cawe Jokowi di Pilgub Jakarta

11 jam lalu

Chico Hakim saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait kekerasan dan kekejaman terhadap hewan di kawasan Kemang, Jakarta, (25/11). TEMPO/Nurdiansah
PDIP Tanggapi Santai Kabar Cawe-cawe Jokowi di Pilgub Jakarta

PDIP menilai tidak akan mudah bagi Jokowi mengatur partai yang terlibat agar mendukung calon kepala daerah tertentu, khususnya di Pilgub Jakarta.