Jokowi Mengaku Sudah 10 Kali ke NTT: Saya Sangat Cinta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa para pengunjung saat jalan-jalan di pusat perbelanjaan Beachwalk Kuta, Bali, Jumat, 17 Mei 2019. Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali selama dua hari, Jokowi menyempatkan diri mengunjungi salah satu pusat pariwisata di Bali itu untuk menyapa masyarakat dan wisatawan. Johannes P. Christo

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa para pengunjung saat jalan-jalan di pusat perbelanjaan Beachwalk Kuta, Bali, Jumat, 17 Mei 2019. Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali selama dua hari, Jokowi menyempatkan diri mengunjungi salah satu pusat pariwisata di Bali itu untuk menyapa masyarakat dan wisatawan. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Kupang - Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena itu, dirinya harus datang melihat dan ambil tindakan.

    Baca: Jokowi Akan Buka Bendungan Rotiklot, Diharapkan Atasi Krisis Air

    "Saya sudah 10 kali datang ke NTT. Padahal NTT itu jauh," kata Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Rotiklot di Belu, Senin, 20 Mei 2019.

    Jokowi mengaku sering datang ke NTT, karena sangat cinta NTT. Apalagi banyak persoalan kesejahteraan rakyat yang harus diselesaikan. Salah satu solusi yakni tambak garam, karena NTT miliki ribuan hektare (ha) garam yang bisa dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

    "Jika swasta enggan investasi tambak garam, serahkan saja kepada masyarakat untuk kelola," ujarnya.

    Dia mengaku dapat laporan dari Gubernur NTT bahwa penghasilan warga dari tambak garam sebulan capai Rp 15 juta. Karena itu, serahkan saja ke masyarakat, nanti lahan warga akan disertifikasi. "Jika Agustus 2019, panen garam, saya akan datang. Sekalian serahkan sertifikat gratis," ujarnya.

    Sementara Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi mengatakan masyarakat NTT tak henti-hentinya berterima kasih kepada presiden, karena presiden sudah duluan cintai masyarajat NTT. "Tidak perlu kami minta lagi, karena Pak Jokowi sudah tahu apa yang kami butuhkan," ujarnya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.