Pemudik Minta Jaminan Keamanan Tol Trans Sumatera

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo seusai meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo seusai meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat 8 Maret 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah dapat menjamin keamanan di jalur tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi maupun yang masih fungsional selama musim mudik Lebaran 2019.

    Baca: Jalan Tol Trans Jawa Mudahkan Pelancong Berwisata Sehari

    "Masyarakat awam yang sering melintasi jaringan nontol Lintas Timur Sumatera sudah paham daerah mana saja yang cukup rawan tindakan kejahatan. Jangan sampai tindakan kejahatan tersebut beralih ke jalan tol yang sudah beroperasi sebagian," tutur pengurus MTI, Djoko Setijowarno, dalam keterangan yang diterima, Ahad 19 Mei 2019 malam.

    Djoko mengatakan, jaminan keamanan diperlukan untuk pemudik yang menggunakan Tol Trans-Sumatra, terutama ruas tol Bakauheni--Terbanggi Besar--Pematang Panggang--Kayu Agung--Palembang.

    Dia menilai, demi memberikan jaminan keamanan bagi pengguna tol ini adalah mengedukasi pengguna tol untuk mencatat nomor call centre atau pusat penggilan yang terpampang di sepanjang tol tersebut. Selain itu, selama musim mudik dan balik, di setiap Gerbang Tol ditempatkan minimal dua orang bersenjata dari kesatuan Brimob, TNI AL atau TNI AD.

    "Juga di beberapa titik yang dianggap rawan kriminal ditempatkan penembak jitu atau sniper. Dengan adanya aparat keamanan ada jaminan rasa aman bagi pemudik," jelasnya.

    Pada mudik Lebaran 2019, selain terhubung tol Trans-Jawa, di Sumatera juga beroperasi sebagian tol Trans-Sumatera. Adapun ruas tol yang beroperasi berada di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung.

    Baca juga: Mudik 2019, Antisipasi Macet Jadi Fokus Operasi Ketupat

    "Keberadaan Tol Trans-Sumatera ini sangat membantu mempersingkat waktu perjalanan. Bakauheni-Bandar Lampung hanya butuh waktu 45 menit, sementara menggunakan jalan nontol Lintas Timur Sumatera bisa 2 jam hingga 2,5 jam," tuturnya.

    Menurutnya, jika sudah terhubung ke Palembang sepanjang 366,03 km dari Bakauheni hanya memerlukan waktu tempuh 4 jam. Padahal, saat memakai jalan Lintas Timur waktu tempuh berkisar 10jam--12 jam. "Ini menyingkat waktu 70 persen," kata Djoko.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.