Ini Empat Strategi Baru untuk Arus Mudik Lebaran 2019

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memiliki empat strategi untuk kesiapan arus mudik Lebaran 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, ada empat strategi yang diterapkan yaitu:

    Baca juga: Mudik 2019, Antisipasi Macet Jadi Fokus Operasi Ketupat

    1. Optimalisasi rest area

    Terkait dengan pengoptimalan rest area, Budi menekankan bahwa jumlah rest area yang ada sudah cukup sesuai untuk memenuhi kebutuhan pemudik dan mampu menampung pemudik yang ada. “Mengoptimalkan rest area sudah sejak 1 tahun lalu, kami manage untuk meminimalisir adanya hambatan kemacetan yaitu dengan membuat zonasi di jalurnya maupun parkirnya. Selain itu kami mengajak masyarakat untuk memahami kalau rest area tidak hanya yang ada di tol saja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Mei 2019.

    2. Penerapan  one way traffic dan contraflow di Tol Trans Jawa

    Terkait dengan contraflow dan one way di jalan tol, Dirjen Budi memaparkan bahwa contraflow akan dilakukan dan sangat dinamis sekali, situasional tergantung kebutuhan. "Yang paling puncak adalah kebijakan satu arah atau one-way. Dengan adanya kebijakan ini jalan mulai dari Brebes Barat sampai ke Cikampek tidak terlampau banyak hambatan. Saya jamin kelancaran, terutama untuk bus seperti yang dipertanyakan pengusaha bus kalau ada keterlambatan dalam penjemputan penumpang, mudah-mudahan tidak terjadi,” kata Budi.

    Sistem one way ini, tutur Budi, meskipun dilaksanakan dalam empat hari namun dalam pelaksanaannya akan sangat situasional tergantung dengan hasil pengamatan dari Kepolisian juga dengan harapan masyarakat akan melakukan perubahan perilaku dengan adanya kebijakan ini.

    “Yang harus diantisipasi adalah aspek keselamatan dan keamanan. Kalau sudah mengemudi jauh, pastikan beristirahat kalau sudah lebih dari 4 jam karena rawan kecelakaan, sehingga tetap tidak boleh lupa untuk beristirahat,” pesan Dirjen Budi.

    3. Kesiapan Tol Trans Sumatera


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?