Mudik Lebaran, PT KAI Pastikan Tidak Ada Kursi Tambahan Lagi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik pengguna jasa kereta api mengantre di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 11 Juni 2018. Selama masa angkutan Lebaran 5-10 Juni, 243.556 penumpang sudah diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta. ANTARA

    Pemudik pengguna jasa kereta api mengantre di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 11 Juni 2018. Selama masa angkutan Lebaran 5-10 Juni, 243.556 penumpang sudah diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI (Persero) memastikan tidak ada kursi tambahan lagi yang tersedia untuk musim mudik Lebaran 2019 ini. Direktur Utama PT KAI, Edy Sukmoro menuturkan kursi tambahan yang diberikan saat ini sudah maksimal, sehingga tidak mungkin menambah extra seat.

    BACA: Ganjil-Genap di Merak-Bakauheni, Kemacetan Bakal Turun 50 Persen

    "Jadi, itulah maksimum yang kita punya, karena di samping armada yang disiapkan untuk Lebaran termasuk cadangan," terangnya dalam Buka Bersama Silaturahmi Manajemen KAI Group, Selasa (14/5/2019).

    Edy menuturkan tiket tambahan sudah dijual sejak H-60 Lebaran atau 2 bulan sebelumnya. Adapun tambahan kursi yang telah dialokasikan mencapai 50 perjalanan kereta api dan total penambahannya sudah dihitung seluruhnya.

    "Sekarang itu sekitar 247.000 per harinya, tempat duduk tersedia 247.000. Tahun lalu 236.000," kata Edy.

    Tentang kemungkinan adanya pergeseran pengguna moda angkutan udara ke kereta api, Edy mengaku sudah mengetahui hal itu. Namun, bagi moda kereta api, tidak dapat semudah itu menambah armada.

    BACA: Jalan Tol Terbangi Besar - Palembang Dibuka Saat Mudik Lebaran

    "Kalau kereta tidak seperti pesawat terbang, kalau kurang dia bisa sewa dari Singapura terbang ke sini. Sementara kereta api bagaimana mengangkutnya dari luar negeri. Jadi armada yang sudah dikerahkan ini sudah habis," jelas Edy.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.