Jalan Tol Terbangi Besar - Palembang Dibuka Saat Mudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di tol trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis 18 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Sejumlah kendaraan melintas di tol trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis 18 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan mengoperasikan Jalan Tol Trans-Sumatera jalur Terbangi Besar hingga Palembang saat musim mudik Lebaran 2019. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalur ini akan dibuka secara fungsional pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

    BACA: Mudik Lebaran 2019, Lima Jalan Tol Fungsional Siap Dilintasi

    "Jalur tol akan dibuka pada siang hari," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 11 Mei 2019. Pemerintah akan membuka jalan tol mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

    Jalan bebas hambatan tersebut baru beroperasi temporer atau 12 jam per hari lantaran pemasangan lampu jalan dan lalu-lintas belum optimal. Selain itu, tempat peristirahatan atau rest area belum memadai.

    BACA: Peta Mudik Pulau Jawa, Simak 5 Pilihan Jalur Darat Ini

    Kementerian Perhubungan mencatat, di jalan tol sepanjang 200 kilometer itu, hanya terdapat tiga rest area dan pengisian bahan bakar. Karenanya, berkaitan dengan pengadaan kebutuhan logistik, Budi Karya memastikan bakal bekerja sama dengan stakeholders terkait.

    "Jalan ini sejajar dengan jalan nasional, jadi ini bisa kita kolaborasikan fungsi-fungsi ini terutama fungsi-fungsi seperti bensin, makan, dan sebagainya," ujar Budi Karya.

    Adapun untuk mengantisipasi kepadatan, petugas akan mengalihkan kendaraan ke jalan nasional, yaitu jalan lintas Sumatera. "Jalan tol ini kan berhimpitan dengan jalan existing, jadi kalau nanti tol nya padat akan dialihkan ke existing," ujarnya.

    Budi Karya mengimbuhkan, guna menekan angka kecelakaan, pihaknya akan memberlakukan aturan kecepatan maksimal, yakni 40 kilometer per jam.
    Jalan tol fungsional Lampung menuju Palembang diklaim dapat menekan waktu tempuh. Sebelumnya, masyarakat mesti menempuh waktu 12 jam. Sedangkan dengan pengoperasian jalan tol fungsional ini, waktu tempuh disinyalir menjadi hanya 7 jam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.