Ganjil-Genap di Merak-Bakauheni, Kemacetan Bakal Turun 50 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada mudik Lebaran 2018, Rabu dinihari, 13 Juni 2018. Sebanyak 58 kapal disiapkan untuk berlayar di enam dermaga Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan penumpang, yang diprediksi terjadi pada Rabu pagi ini. Tempo/Amston Probel

    Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal di Pelabuhan Merak, Banten, pada mudik Lebaran 2018, Rabu dinihari, 13 Juni 2018. Sebanyak 58 kapal disiapkan untuk berlayar di enam dermaga Pelabuhan Merak guna mengantisipasi lonjakan penumpang, yang diprediksi terjadi pada Rabu pagi ini. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memprediksi penerapan sistem ganjil-genap di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni saat mudik Lebaran akan menekan angka kemecatan hingga 50 persen. Adapun titik kemacetan untuk mudik tahun ini diprediksi hanya akan sepanjang 3,5 kilometer. 
     
     
    “Kalau tahun lalu kemacetan 7 kilometer. Dengan ganjil-genap akan terurai setengahnya,” ujar Budi Setiyadi di kantornya, Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. 
     
    Budi Setiyadi menjelaskan, sistem ganjil-genap akan diberlakukan khusus untuk kendaraan mobil dan bus. Operasi tersebut mulai berlaku di penyeberangan antar-pulau pada 30 Mei hingga 2 Juni selama 12 jam. Pihaknya, ujar dia, bakal memberlakukan ganjil-genap pada pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB setiap hari. 
     
    Seperti di jalur lain, sistem ganjil genap bakal diatur menyesuaikan tanggal. Bila tanggal untuk hari itu berangka genap, kendaraan yang boleh menyeberang ialah kendaraan yang berpelat nomor genap pula. 
     
    Persiapan pemberlakukan sistem ganjil-genap akan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya. “Besok (11 Mei 2019) Pak Budi Karya akan mimpin rapat di Merak,” ucap Budi Setiyadi. Meski telah memastikan ganjil-genap akan berlaku, Budi Setiyadi menjelaskan sifat aturannya tak wajib. 
     
     
    Ganjil-genap ini sifatnya hanya imbauan. Kalau ada yang melanggar tidak ada sanksi dan tidak ada tilang,” ucapnya. Kendati begitu, Budi Setiyadi meminta masyarakat mengindahkan imbauan pemberlakuan aturan ganjil-genap ini. Sebab, jika sistem ganjil-genap tidak dipatuhi masyarakat, kondisi kemacetan diperkirakan tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).