Begini Profil Jalan Tol Pandaan - Malang yang Diresmikan Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecat area gerbang tol Singosari yang belum beroperasi di Malang, Jawa Timur, Ahad, 12 Mei 2019. Jalan tol Pandaan - Malang diharapkan menjadi akses penting bagi untuk arus barang dan manusia antara Surabaya dan Malang. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Petugas mengecat area gerbang tol Singosari yang belum beroperasi di Malang, Jawa Timur, Ahad, 12 Mei 2019. Jalan tol Pandaan - Malang diharapkan menjadi akses penting bagi untuk arus barang dan manusia antara Surabaya dan Malang. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, MalangPresiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini meresmikan penggunaan Jalan Tol Pandaan - Malang Seksi I-III. Meski begitu, pemerintah belum memutuskan besar tarif tol yang harus dibayar pengguna ruas tol tersebut.

    Baca: Menteri Susi: Selain Presiden Jokowi, Tidak Akan Saya Dengar

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono menyatakan ruas tol ini digratiskan bagi seluruh penggunanya selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran. "Semoga nanti arus lalu lintas selama masa Lebaran berjalan lancar,” katanya, di Malang. Ahad, 12 Mei 2019.

    Dalam catatan Tempo, Jalan Tol Pandaan - Malang sepanjang 38,48 kilometer merupakan bagian dari proyek nasional Jalan Tol Trans - Jawa. Beroperasinya Jalan Tol Pandaan -Malang diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan di jalan eksisting Surabaya - Malang maupun Malang - Surabaya. 

    Jalan Tol Pandaan-Malang dibangun sejak 2017 dengan total pembiayaan Rp 9,1 triliun. Total pembiayaan itu terdiri atas Rp 5,97 triliun untuk pembangunan konstruksi dan Rp 3,2 triliun untuk pembebasan lahan. 

    Pembangunan konstruksinya dilakukan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM). Saham JPM dimiliki PT Jasa Marga sebesar 60 persen, PT Pembangunan Perumahan sebesar 35 persen, dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar 5 persen. Ketiga investor ini berhak atas masa konsesi selama 35 tahun terhitung sejak tanggal penerbitan surat perintah mulai kerja atau SPMK. 

    Pembangunannya dibagi dalam lima seksi. Seksi I (15,5 kilometer) memanjang dari Pandaan sampai Purwodadi di Kabupaten Pasuruan. Seksi II (8 kilometer) membentang dari Purwodadi sampai Lawang di Kabupaten Malang, disambung Seksi III (7,1 kilometer) dari Lawang sampai Singosari. Seksi IV (4,8 kilometer) menghubungkan Singosari sampai Pakis, serta Seksi V (3,1 kilometer) menghubungkan Pakis dan Sawojajar.  

    Konstruksi Seksi I-III sudah rampung pengerjaannya dengan dilengkapi lampu-lampu dan rambu-rambu. Pengerjaan Seksi I-III dimulai dari Kecamatan Pandaan di Kabupaten Pasuruan hingga Desa Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

     

    Saat ini PT JPM berfokus mengerjakan Seksi IV-V sepanjang 7,9 kilometer yang menghubungkan Singosari dengan Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.  

    Adapun kemajuan pengerjaan Seksi IV mencapai 87 persen. Pengerjaan konstruksi Seksi V sempat tertunda karena penemuan situs sejarah Sekaran sehingga harus dilakukan pergeseran trase sejauh 17 meter dari trase awal. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.