5 Langkah Grab Wujudkan Transportasi Online Aman Bagi Perempuan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam acara GrabFood #juaracepat di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Jumat, 29 Maret 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam acara GrabFood #juaracepat di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Jumat, 29 Maret 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan Grab menggandeng Komnas Perempuan dan Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan pengemudi.

    Baca juga: Fitur Keamanan Grab Pertama di Asia, Penyamaran Nomor Kontak

    "Kami harus menggandeng mitra-mitra ini. Kerja sama dengan Komnas Perempuan ini tepat, karena capable mengenai persoalan ini," kata Ridzki di kantor Komnas Perempuan, Rabu, 24 April 2019.

    Kolaborasi itu merupakan salah satu upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di layanan aplikasi transportasi online. Grab juga meningkatkan kapasitas internal untuk mencegah dan menangani kasus dugaan kekerasan seksual sesuai arahan dan masukan dari Komnas Perempuan.

    Pertama, Grab membuat pilot training anti kekerasan seksual untuk mitra pengemudi. Kedua, pelatihan penerimaan aduan kekerasan seksual untuk costumer experience leaders. "Ketiga, membentuk satgas anti kekerasan seksual," kata Ridzki.

    Keempat, menurut dia, Grab menyempurnakan proses tindakan bagi pelanggaran kode etik Gab. Kelima, menjadi pelopor fitur-fitur keselamatan bagi penumpang.

    Fitur-fitur tersebut seperti share my ride, tombol darurat, button, penyamaran no telepon, VoIP call, dan lain-lain berdasarkan road map technology.

    Ketua Komnas Perempuan Azriana mengapresiasi keterbukaan Grab Indonesia untuk membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dalam layanan aplikasi Grab. Hal itu menunjukkan bentuk peningkatan perlindungan dan keselamatan penumpang dan mitra pengemudi perempuan pengguna aplikasi dan juga dukungan bagi penanganan perempuan korban kekerasan.

    Melalui inisiatif ini diharapkan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual terhadap mitra penumpang maupun pengemudi, dapat diminimalkan. Dan nantinya ada bentuk penanganan yang berorientasi pada pemulihan korban serta pencegahan berulangnya kekerasan.

    Pada pertengahan Maret lalu, penyedia layanan transportasi GOJEK melengkapi aplikasinya dengan fitur keamanan anyar, salah satunya adalah tombol darurat. Tombol ini bisa digunakan untuk melaporkan dengan cepat situasi darurat yang terjadi selama perjalanan.

    Gojek juga memberikan pelatihan bela diri praktis kepada para mitra pengemudi wanita di wilayah Solo, Senin 22 April 2019. Pelatihan itu diberikan sebagai antisipasi menghadapi kejahatan maupun pelecehan seksual.

    Baca berita Grab lainnya di Tempo.co

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.