Huawei Perkirakan Ada 2,8 Miliar Pengguna 5G pada 2025

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan-badan intelijen Amerika Serikat menuduh Huawei terkait dengan pemerintah Cina dan peralatannya bisa digunakan Beijing untuk memata-matai. Sumber: REUTERS/Aly Song

    Badan-badan intelijen Amerika Serikat menuduh Huawei terkait dengan pemerintah Cina dan peralatannya bisa digunakan Beijing untuk memata-matai. Sumber: REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, JakartaHuawei, perusahaan global terkemuka penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan perangkat cerdas, memprediksi jumlah pengguna teknologi generasi kelima (5G) mencapai 2,8 miliar pada 2025. Perkiraan optimistis ini dirilis meskipun baru beberapa negara yang akan mengadopsi teknologi tersebut secara komersial.

    Baca: Luhut Ajak Apple, Huawei, dan Samsung Buka Pabrik di Indonesia

    Deputi Chairman Huawei, Ken Hu, mengatakan industri teknologi informasi dan komunikasi saat ini dihadapkan dengan berbagai peluang perkembangan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. “Teknologi 5G hadir lebih cepat dari yang kita kira dan perkembangan perangkat 5G kini sudah sama cepatnya dengan perkembangan jaringan 5G,” kata Ken Hu dalam keterangan resmi, Ahad, 21 April 2019.

    Terlebih, menurut Ken Hu, karena adanya perkembangan teknologi jaringan sebelumnya, dengan skala penggunaan 500 miliar orang. "Era 3G sudah berlangsung selama 10 tahun dan 4G setidaknya 5 tahun."

    Sementara itu, adopsi 5G diprediksi semakin marak selama 3 tahun ke depan. Huawei telah mengantongi 40 kontrak komersial 5G dan mengapalkan lebih dari 60.000 BTS 5G di seluruh dunia. Di samping itu, penggunaan kecerdasan buatan (AI) terus meningkatkan adopsi komputasi awan untuk sektor enterprise.

    Sebagai konsekuensi atas meningkatnya posisi Huawei di pasar tersebut, Ken Hu optimistis dapat menjalankan investasi strategis dalam AI sehingga bisa menjadi pemimpin pasar di sektor komputasi awan.

    Selain itu, Institut Riset Strategis Huawei mengatakan akan berfokus terhadap pengembangan teknologi mutakhir dalam 5 tahun ke depan. Setiap tahun perusahaan tersebut menginvestasikan US$ 300 juta untuk mendanai riset akademis tentang keilmuan dasar dan teknologi serta inovasi.

    Baca: Ditolak di Amerika, Huawei Optimistis Jadi Merk Terlaris di Dunia

    Huawei juga akan terus bekerja sama dengan universitas dan institusi riset untuk mendorong inovasi dalam teori dan teknologi dasar, yang pada akhirnya mendorong riset di industri dan dunia secara keseluruhan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.