IHSG Siang Menguat, Saham Saratoga Milik Sandiaga Masih Melemah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menunjukkan surat suara usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 02, Jakarta, Rabu 17 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menunjukkan surat suara usai melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 02, Jakarta, Rabu 17 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menguatkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hingga sore hari ini berdampak positif bagi saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. dengan kode emiten SRTG milik calon wakil presiden Sandiaga Uno.

    Baca: Menilik Investasi Saratoga, Perusahaan Sandiaga yang Rugi di 2018

    IHSG hingga pukul 16.30 tercatat berada di level 6.507,2 atau menguat bila dibandingkan saat pembukaan perdagangan tadi pagi di level 6.568,9. Selama perdagangan hari ini IHSG terpantau terus berada di area hijau, bahkan pada tak jauh setelah perdagangan dibuka pukul 09.00, IHSG sempat menembus level tertinggi di 6.636,3. Titik terendah IHSG terpantau ada di angka 6.487,2.

    Sedangkan, saham Saratoga pada sore hari ini pukul 16.30 berada di level 3.780 atau melemah ketimbang saat pembukaan perdagangan tadi pagi di level 3.840. Saham SRTG sepanjang perdagangan hari ini berada di level merah dan bergerak di kisaran angka di 3.400 - 3.840. 

    Saham SRTG pada sehari sebelum pemilu yakni Selasa, 16 April 2019, ditutup menguat 1,05 persen ke level 3.840. Sementara saham SRTG ketika pertama kali melantai di bursa atau IPO dilepas di harga Rp 5.500 per lembar saham.

    Saratoga diketahui membukukan rugi bersih Rp 6,2 triliun pada 2018. Penyebabnya, harga saham portofolio investasinya tengah turun. Hal ini terlihat dari Saratoga yang tercatat memiliki portofolio investasi dengan kepemilikan di atas 5 persen pada 9 perusahaan terbuka. Perusahaan terbuka itu tidak hanya di Indonesia, tetapi ada juga di Singapura dan Australia.

    Nilai wajar portofolio terbesar Saratoga pada 2018 adalah PT Adaro Energy Tbk. Perseroan mencatat nilai wajar investasi di emiten berkode ADRO itu senilai Rp 5,92 triliun. Nilai itu turun sebesar 34,45 persen. Penyebab penurunannya adalah anjloknya harga saham ADRO sepanjang 2018 sebesar 34,67 persen.

    Lalu, portofolio terbesar kedua ada di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. senilai Rp5,34 triliun. Nilai wajar investasi Saratoga di sana turun 43,57 persen akibat anjloknya harga saham emiten berkode TBIG itu sebesar 43,96 persen.

    Investasi terbesar ketiga perseroan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk senilai Rp 3,02 triliun. Nilai itu naik 87,07 persen seiring dengan lonjakan harga saham emiten berkode MDKA itu sebesar 70,56 persen dan penambahan kepemilikan dari 18,94 persen menjadi 20,76 persen.

    Investasi terbesar ketiga perseroan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk senilai Rp 3,02 triliun. Nilai itu naik 87,07 persen seiring dengan lonjakan harga saham emiten berkode MDKA itu sebesar 70,56 persen dan penambahan kepemilikan dari 18,94 persen menjadi 20,76 persen.

    Baca: Sandiaga Jual Lagi Saham Saratoga Rp 71 M Menjelang Debat Capres

    Portofolio keempat terbesar Saratoga adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. dengan nilai wajar senilai Rp1,96 triliun. Nilai investasi wajar itu turun 6,7 persen selaras dengan penurunan harga saham emiten berkode MPMX sebesar 6,7 persen sepanjang 2018. Portofolio investasi kelima terbesar Saratoga adalah PT Provident Agro Tbk.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.