Hubungan Jokowi - Pemerintah Arab Saudi Erat, Kuota Haji Ditambah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (dua dari) bersama rombingan tiba di Kerajaan Arab Saudi, Ahad, 14 April 2019. Jokowi tiba di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh,  pukul 08.50 Waktu Setempat atau pukul 12.50 WIB. Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (dua dari) bersama rombingan tiba di Kerajaan Arab Saudi, Ahad, 14 April 2019. Jokowi tiba di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pukul 08.50 Waktu Setempat atau pukul 12.50 WIB. Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi adalah bertambahnya jumlah kuota haji Indonesia sebanyak 10 ribu jamaah.  

    Baca: Jokowi Kritik Nama-nama Warga yang Dicatut Sandiaga

    Wakil Ketua Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyatakan tambahan 10 ribu kuota dari kuota saat ini sebanyak 221 ribu jamaah itu patut mendapat apresiasi. Adapun keputusan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qahr al-Khas) di Riyadh, Ahad, 14 April 2019.

    Penegasan keputusan itu juga disampaikan kembali oleh Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Hal ini disebutkan oleh Muhammad bin Salman yang melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi pada hari yang sama.

    Penambahan kuota haji ini akan mengurangi daftar tunggu jamaah haji Indonesia yang saat ini rata-rata mencapai 18 tahun. Bahkan, di daerah Sulawesi Selatan, daftar tunggu jamaah haji mencapai 40 tahun.

    Tambahan ini merupakan upaya diplomasi Presiden Jokowi yang secara khusus kepada Kerajaan Arab Saudi. “Kalau bukan karena memiliki kedekatan diplomatik antara Pemerintah Indonesia di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini, penambahan ini sulit untuk dilakukan," ucap Ace Hasan dalam keterangan tertulisnya, Senin, 15 April 2019.

    Oleh karena itu, kata Ace Hasan, sebagai Pimpinan Komisi  VIII, pihaknya mengapresiasi hal tersebut. "Kami patut mengapresiasi atas hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi ini,” ujarnya.

    Presiden Jokowi dan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud sebelumnya menggelar pertemuan bilateral di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas), pada Ahad sore, 14 April 2019. Dalam pertemuan yang berlangsung selepas jamuan santap siang itu, Jokowi dan Raja Salman sepakat akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi.

    “Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan, kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan terutama di bidang energi dan pariwisata,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam siaran tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Ahad, 14 April 2019.

    Baca: 2 Instruksi Jokowi untuk Menhub Soal Mudik Lebaran 2019

    Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan apresiasi dari seluruh masyarakat indonesia atas diberikannya kuota tambahan kembali sebesar 10 ribu bagi jamaah haji Indonesia. “Raja Salman juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Indonesia di dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia,” ucap Retno.

    Foto : Jokowi Masuk Kabah saat Melaksanakan Umrah

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.