Roadshow, Kemendag Berburu Pengusaha Muda E-Commerce

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menaruh barang pesanan konsumen saat Harbolnas 2018 di Warehouse Lazada, Depok, Rabu, 12 Desember 2018. Harbolnas merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan bersama berbagai e-commerce di Indonesia pada 12 Desember 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Palembang - Kementerian Perdagangan menargetkan pada tahun 2019 ini muncul sedikitnya seribu usahawan muda di bidang E-commerce. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Kemendag melakukan roadshow ke kampus-kampus dan tempat-tempat potensial lainnya di berbagai daerah.

    Baca: Pajak E-Commerce Batal, Sri Mulyani: Roadmap Tetap Tahun Ini

    "Pencarian ini penting kami lakukan agar jumlah pengusaha kita terus bertambah," kata Inspektur Jenderal Kemendag, Srie Agustina di sela-sela kegiatan Diseminasi Kebijakan Perdagangan "Muda, Beda, dan Penuh Karya di Era E-Commerce" di Kampus Universitas Sriwijaya, Palembang, Sabtu, 6 April 2019.

    Menurut Srie Agustina dari penelusuran di berbagai daerah seperti di Jawa Tengah, saat ini pihaknya sudah berhasil mendapatkan sekitar 200 wirusaha muda E-Commerce. Masih ada ratusan pengusaha muda lainnya yang sedang menjalani proses seleksi secara ketat. "Anak mudah seperti para mahasiswa merupakan sasaran utama E-commerce," ujar dia.

    Dalam acara yang berlangsung di Kampus Uniersitas Sriwijaya kali ini, Srie menargetkan dapat menemukan 50 usahawan muda E-commerce. Setiap kandidat akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan agar usaha yang ditekuni makin berkembang. Selain itu pihaknya juga akan melakukan pendampingan agar usahan mereka layak secara perbankank (bankable). "Latar belakang pendidikan dan passion anak muda ini yang kami nilai," kata Srie.

    Rektor Universitas Sriwijaya, Anis Saggaff,  mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendidik para mahasiswa sesuai dengan kemajuan zaman. Jika dahulu para mahasiswa sangat mengandalkan text books, saat ini, kata Anis, mahasiswa mulai mengedepankan penggunaan IT dalam proses belajar dan mengajar.

    Universitas Sriwijaya juga berkomitmen untuk menjadikan para alumni sebagai pejuang wirausaha, bukan lagi pemburu kerja. "Dari 50 orang yang terseleksi oleh Kemendag, nantinya mereka akan menularkan kemampuannya ke mahasiswa lainnya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?