IHSG Dibuka Menguat Seiring Positifnya Bursa Saham Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 2 April 2019, dibuka menguat seiring positifnya bursa saham global.

    Baca juga: IHSG Ditutup Melemah di Tengah Naiknya Bursa Saham Regional

    IHSG dibuka menguat 24,01 poin atau 0,37 persen ke posisi 6.476,62. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,82 poin atau 0,57 persen menjadi 1.022.

    Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, mengatakan, sentimen dari global terbilang positif bagi pasar yakni berkenaan semakin seriusnya pembicaraan AS dan Cina dalam membahas perdagangan, pulihnya ekonomi Cina, serta meredanya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.

    "Sentimen ini diperkirakan dapat mendukung bagi IHSG untuk bergerak ke zona hijau pada hari ini," ujar Alfiansyah.

    Dari Cina, Dewan Negara Cina akan menangguhkan pengenaan tarif tambahan terhadap kendaraan dan suku cadang AS setelah 1 April 2019. Penangguhan ini sebagai syarat setelah keputusan AS untuk menunda kenaikan tarif impor barang-barang Cina. Langkah itu bertujuan untuk menciptakan suasana yang baik dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak.

    Senitimen lainnya bagi pasar, sektor manufaktur Cina secara tidak terduga tumbuh pada Maret 2019 untuk pertama kalinya dalam empat bulan.

    "Hal ini menandakan ekonomi China bangkit kembali ditengah meredanya perang dagang dengan AS," kata Alfiansyah.

    Selain IHSG, bursa regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 64,63 poin (0,3 persen) ke 21.573,66, indeks Hang Seng menguat 79,97 poin (0,27 persen) ke 29.641,99, dan Straits Times menguat 14,59 poin (0,45 persen) ke posisi 3.265,1.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.