Kinerja Jasa Raharja Lampung Peringkat Kedua Nasional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Suratno memberikan cenderamata kepada Direktur RS Urip Sumoharjo.Fotografer/Tempo/ Hotma Siregar

    Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung Suratno memberikan cenderamata kepada Direktur RS Urip Sumoharjo.Fotografer/Tempo/ Hotma Siregar

    INFO BISNIS-- PT Jasa Raharja Cabang Lampung menyalurkan santunan sebesar Rp 63,9 miliar selama tahun 2018. Jumlah tersebut naik 17,01 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 54,6 miliar. Sebanyak 84,24 persen dari santunan Rp 63,9 miliar disaluran melalui rekening bank atau tidak dalam bentuk tunai.

    "Sedangkan santunan yang disalurkan untuk tahun ini hingga Februari 2019 sejumlah Rp 10,6 miliar," kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung Suratno saat menerima peserta Press Tour di Bandar Lampung, Rabu, 20 Maret 2019.

    Dalam empat tahun terakhir (2015-2018) pembayaran santunan terus mengalami peningkatan. Ini sesuai dengan PMK RI No.15 dan 16/PMK.10/2017 tanggal 13 Februari 2017 tentang perubahan besaran santunan sehingga pembayaran santunan mengalami peningkatan dari 38,7 miliar di 2016 menjadi 54,6 miliar di 2017.

    Menurut Suratno, PT Jasa Raharja  Cabang Lampung pada Februari 2019 menempati peringkat kedua penyelesaian santunan secara nasional dengan perolehan nilai 119,98. Ini dilihat dari realisasi rata-rata kecepatan penyelesaian korban meninggal dunia selama dua hari dan 2 jam, atau lebih cepat dari target enam hari. Sedangkan kecepatan rata-rata penyelesaian santunan sejak pengajuan berkas lengkap mencapai 25 menit dari dari target 60 menit.

    Kinerja yang bagus ini karena penerapan budaya perusahaan 3T (Tanggap, Tangkas, dan Tangguh). Aplikasi Pengajuan Santunan  Online Jasa Raharja juga menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk mengakses layanan Jasa Raharja. Ini melengkapi dua saluran lainnya yakni Contact Center 1500020 dan SMS Center. Dukungan sejumlah mitra kerja seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), rumah sakit, kepolisian, BPJS serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) membuat proses penyelesaian semakin cepat.

    Selain santunan terhadap korban kecelakaan, penggunaan dana yang dihimpun Jasa Marga dari iuran wajib (UU No.33 Tahun 1964) dan sumbangan wajib (UU No.34 Tahun 1964)  disalurkan untuk program pencegahan kecelakaan dan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

    Jumlah korban kecelakaan (meninggal dunia dan luka-luka) di Provinsi Lampung menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Jumlah korban kecelakaan tertinggi pada 2016 sebanyak 3093 sedangkan jumlah korban di 2017 dan 2018 masing-masing 2910 dan 2817 orang. Untuk itu Jasa Raharja Cabang Lampung telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka kecelakaan.

    Upaya-upaya tersebut adalah sosialisasi kepada pelajar tentang pentingnya safety riding. Bekerjasama dengan dinas terkait untuk memasang rambu-rambu peringatan di jalan raya, membagikan helm berstandar SNI kepada para pengguna sepeda motor, dan membuat spanduk dan leaflet tentang pesan-pesan keselamatan lalu lintas jalan.

    Untuk PKBL, Jasa Raharja Cabang Lampung selama 2018 telah menyalurkan Rp 491.013.000 yang terdiri dari peningkatan kesehatan, sarana dan prasarana umum, bencana alam, pendidikan, peningkatan kesehatan, sarana ibadah, dan bantuan sosial untuk pengentasan kemiskinan.

    Kelompok pengrajin Kain Tapis Jejamo di Desa Negeri Kedaton, Kecamatan Pedaton Kabupaten Pesawaran, termasuk dalam 874 mitra binaan Jasa Raharja Cabang Lampung. Berbagai produk kerajinan seperti selendang, peci, topi cowboy, baju, kaus, jilbab, tas, clutch, kotak tisu telah dipasarkan ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Hong Kong. Dengan pinjaman dana Rp 16 juta dan akses pemasaran dari Kantor Cabang Jasa Raharja Lampung, saat ini total produk Kain Tapis Jejamo bernilai ratusan juta rupiah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.